Page 471 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 471

negara pasal 2 ayat 4 UUPA, juga diakuinya hak komunal masyarakat
            hukum adat (hak ulayat) sebagaimana pasal 3 UUPA.
                 Yang dimaksud dengan hak ulayat masyarakat hukum adat adalah
            serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum adat,
            yang berhubungan dengan tanah yang terletak dalam lingkungan tanah
            wilayahnya. 25
                 Menurut Mochamad Tauchid  hak ulayat merupakan hak daerah
                                             26
            atau suku bangsa atas selingkungan tanah, yang berisi kewenangan untuk
            mengatur penguasaan dan penggunaan tanah dalam lingkungan wilayahnya.
                 Pengertian hak ulayat menurut Depdagri-Fakultas Hukum UGM,
            1978, hak ulayat adalah hak yang melekat sebagai kompetensi khas pada
            masyarakat hukum adat, berupa wewenang/kekuasaan mengurus dan
            mengatur tanah seisinya, dengan daya laku ke dalam maupun ke luar.
                 Menurut pasal 1 Peraturan Menteri Agraria Kepala Badan Pertanahan
            Nasional (Permen Agraria/Kepala BPN) Nomor 5 Tahun 1999 Tentang
            Pedoman penyelesaian masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat,
            bahwa yang dimaksud dengan Hak Ulayat adalah kewenangan yang
            menurut adat dipunyai oleh masyarakat hukum adat tertentu atas wilayah
            tertentu yang merupakan lingkungan hidup warganya untuk mengambil
            sumberdaya alam (SDA), termasuk tanah dalam wilayah tersebut, bagi
            kelangsungan hidup dan kehidupannya, yang timbul secara lahiriah dan
            batiniah secara turun temurun dan tidak terputus antara masyarakat hukum
            adat tertentu dengan wilayah yang bersangkutan.
                 Hak ulayat masyarakat hukum adat dianggap masih ada menurut
            Pasal 2 ayat (2) Permen Agraria/Kepala BPN No. 5 Tahun 1999 apabila
            memenuhi persyaratan sebagai berikut:


            a)   Terdapat sekelompok orang yang masih merasa terikat oleh tatanan
                 hukum adatnya sebagai warga bersama suatu persekutuan hukum
                 tertentu, yang mengakui dan menerapkan ketentuan-ketentuan
                 persekutuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
            b)   Terdapat tanah ulayat tertentu yang menjadi lingkungan hidup warga
                 persekutuan hukum tersebut dan tempatnya mengambil keperluan
                 hidupnya sehari-hari dan;

                 25  Boedi Harsono, Op Cit, hlm.7
                 26  Tauchid Mohammad, 1953, Masalah Agraria, Bagian Pertama, Penerbit Cakrawala,
            Jakarta


            440      Hubungan Keagrariaan
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476