Page 536 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 536

lahir jenis hak baru pengembangan dari Hak Pengelolaan (HPL)
                   sebagai hak publik atas HMN tersebut. Disebut pengembangan
                   dari HPL sebab melalui mekanisme pengakuan dan penegasan hak
                   dan bukan pemberian dari tanah negara kepada masyarakat adat
                   sebagaimana yang dikenal dalam HPL.
             6.    Dalam melakukan perlindungan dan pengakuan tersebut, perlu
                   penyatuan perspektif keruangan wilayah adat dengan perspektif
                   bidang atas tanah masyarakat adat. Hal ini sekaligus untuk
                   mempertahankan fungsi hutan adat yang telah dimasukkan dalam
                   kawasan hutan dalam fungsi-fungsi yang telah ada (misalnya hutan
                   lindung). Dengan demikian masyarakat hukum adat berkontribusi
                   dalam mempertahankan fungsi hutan yang status penguasaan dan
                   pemilikannya ada di tangan mereka, hanya saja pengelolaan fungsi
                   tersebut diserahkan pada Kementerian Kehutanan.  Keberadaan
                   lembaga baru berupa Kementerian Agraria dan tata Ruang/BPN
                   diharapkan mampu mengatasi problem dualisme pengaturan yang
                   memisahkan ruang dan bidang di dalam kawasan hutan tersebut.
             7.    Di tengah keterbatasan pemerintah dalam melakukan penetapan
                   dan pemetaan kawasan hutan itu terjadi, tumpang-tindih perizinan
                   dan penguasaan, pembuktian fisik dan yuridis untuk membuktikan
                   klaim masyarakat adat, maka munculnya inisiatif masyarakat sipil
                   dalam membantu proses penguatan klaim (misalnya melalui pemetaan
                   partisipatif) penting untuk diakomodir, diakui, dan dijadikan dasar
                   kebijakan lebih lanjut.



























                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  505
   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541