Page 533 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 533

Dari penjabaran di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya
            Mahkamah Konstitusi telah memberikan perlindungan terhadap hak
            masyarakat adat atas kawasan hutan. Konsep hak penguasaan atas tanah
            di kawasan hutan bagi masyarakat adat berdasarkan keputusan Mahkamah
            Konstitusi telah sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945, karena
            telah mengakomodasi hak masyarakat adat atas penguasaan hutan adat.
            Keputusan Mahkamah Konstitusi perlu tindak lanjut dari eksekutif, dan
            peraturan yang dibuat untuk merespon putusan Mahkamah Konstitusi ini
            harus lebih tinggidari setingkat peraturan menteri. Pengakuan masyarakat
            adat seharusnya dibuat dalam bentuk undang-undang, hal ini sesuai
            dengan amanah konstitusi. Namun, jika undang-undang membutuhkan
            waktu yang lama untuk membuatnya, karena harus ada koordinasi dan
            kemauan yang sejalan antara pemerintah dan DPR, maka setidaknya dapat
            diwujudkan dalam bentuk peraturan pemerintah.
                 Peraturan pemerintah ini diperlukan setidaknya sebagai respon
            adanya putusan Mahkamah Konstitusi terhadap hak penguasaan kawasan
            hutan oleh masyarakat adat, sehingga putusan Mahkamah Konstitusi tidak
            hanya putusan di atas kertas yang tidak dijalankan oleh pemerintah dalam
            pelaksanaan pengakuan, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan
            hak masyarakat adat atas penguasaan hutan adat.


































            502      Hubungan Keagrariaan
   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538