Page 529 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 529

Kebijakan ini akan menghasilkan perubahan kawasan hutan.
            Atas hasil analisis di atas, Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor
            Pertanahan Kabupaten/Kota tidak langsung menerbitkan sertipikat
            namun menyerahkan hasil analisa itu kepada Kementerian Kehutanan cq.
            Direktur Jenderal Planologi Kehutanan (Pasal 11). Lalu Direktur Jenderal
            Planologi Kehutanan melakukan kajian terhadap hasil analisis tersebut dan
            melaksanakan tata batas kawasan hutan di lapangan dalam waktu paling
            lama 14 hari jam kerja (Pasal 12). Dari hasil tata batas tersebut terbit Surat
            Keputusan Perubahan Batas Kawasan Hutan sebagai dasar penerbitan
            sertipikat hak atas tanah (Pasal 13 ayat [1]) yang dikeluarkan oleh BPN
            RI. Hasil perubahan kawasan tersebut diintegrasikan dalam rencana tata
            ruang wilayah (Bab V).


















































            498      Hubungan Keagrariaan
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534