Page 531 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 531

Terdapat titik krusial yang tidak dijelaskan dalam Peraturan
            ini mengenai sejauh mana Direktur Jenderal Planologi Kehutanan
            mempertimbangkan dan menerima hasil analisis yang diserahkan oleh
            Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
            sehingga mau mengeluarkan bidang/wilayah yang dimohonkan hak atas
            tanahnya dari kawasan kehutanan.
                 Selain hal itu, Peraturan Bersama ini masih menyisakan pertanyaan
            mengenai pengakuan terhadap Masyarakat Hukum Adat yang sebagaimana
            Permenag No. 5/1999 harus melalui adanya peraturan daerah; dan
            persoalan mengenai konstruksi kepemilikan kolektif dan komunal selain
                                                                             81
            kepemilikan privat. Beberapa kendala lain yang dapat dicatat adalah ,
            pertama belum jelasnya tugas dan fungsi antar keanggotaan IP4T yang
            beragam. Kedua, belum jelasnya objek reforma agraria di dalam kawasan
            hutan, dimungkinkannya kawasan Hutan Produksi Konversi (HKP) sebagai
            objek, ataukah hanya di atas lahan-lahan izin yang diterlantarkan. Ketiga,
            mengenai belum diaturnya adanya keberatan dari pemohon yang tidak
            menerima hasil rekomendasi dari Tim IP4T. Keempat, adalah hal yang
            paling krusial, yakni persoalan pembuktian adanya masyarakat hukum
            (Perda ataukah SK Bupati). Kelima, tentang status hutan hak dan hutan
            adat. Perber ini masih memahami kawasan hutan



























                 81 Sebagaimana catatan dalam diskusi “Membedah Peraturan Bersama Menteri Tentang Tata
            Cara Penyelesaian Penguasaan Tanah yang Berada di dalam Kawasan Hutan”, Epistema, jakarta,
            5 Desember 2014


            500      Hubungan Keagrariaan
   526   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536