Page 524 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 524

Berdasarkan Pasal 19 UUPA  junto PP Nomor 24 Tahun 1997 ,
                                                                              79
                                             78
             ditentukan bahwa kegiatan pendaftaran tanah meliputi kegiatan
             di bidang teknis geodesi dan teknis hukum serta diakhiri kegiatan
             pengadministrasiannya dalam daftar-daftar umum. Kegiatan  teknis meliputi
             pekerjaan pengukuran dan pemetaan. Kegiatan di bidang hukum berupa
             ajudikasi dan penetapan haknya baik melalui lembaga konversi (penegasan
             hak atau pengakuan hak) dari tanah adat atau lembaga pemberian hak jika
             berasal dari tanah Negara. Berdasarkan penetapan hak tersebut, barulah
             kegiatan pendaftaran tanah diakhiri dengan kegiatan administrasi berupa
             pendaftaran haknya dalam daftar-daftar umum, termasuk penerbitan
             sertipikat hak atas tanahnya.
                   Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 menentukan
             bahwa pendaftaran tanah untuk pertama kali dilaksanakan melalui
             pendaftaran tanah secara sistematik dan pendaftaran tanah secara sporadik.
             Pendaftaran Tanah secara sistematik adalah kegiatan pendaftaran tanah
             untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua
             obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah. Dalam
             melaksanakan pendaftaran tanah secara sistematik kepala kantor pertanahan
             dibantu oleh panitia Ajudikasi yang dibentuk oleh Menteri atau Pejabat
             yang ditunjuk. Pada pendaftaran tanah pertama kali secara sistematik
             kegiatan pendaftaran tanah menurut Pasal 46 sampai dengan Pasal 72
             Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3
             Tahun 1997 adalah:

             a.   Penetapan lokasi oleh Menteri atas usulan Kepala Kantor Wilayah
                   Badan Pertanahan Nasional.
             b.   Penyiapan peta pendaftaran berupa peta dasar yang berbentuk peta
                   garis atau peta foto serta biaya pendaftaran dibiayai dari anggaran
                   pemerintah swadaya.


                   78 Dalam Pasal 19 ayat (2) ditentukan bahwa Pendaftaran tersebut dalam ayat (1) pasal ini
             meliputi: a. pengukuran perpetaan dan pembukuan tanah; b. pendaftaran hak-hak atas tanah dan
             peralihan hak-hak tersebut; dan c. pemberian surat-surat tanda bukti hak, yang berlaku sebagai alat
             pembuktian yang kuat.
                   79 Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997, pengertian pendaftaran tanah
             adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan
             dan teratur yang meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan dan penyajian serta pemeliharaan
             data fisik dan data yuridis dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-
             satuan rumah susun, termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang
             sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  493
   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529