Page 521 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 521

diatur secara lebih rinci, khususnya mengenai syarat, serta hak dan
                 kewajiban yang berkaitan dengan tanah ulayat/masyarakat hukum
                 adat.



            2.   Pelaksanaan Pendaftaran Hak Penguasaan atas Tanah di
                 Kawasan Hutan Adat

                 Pendaftaran tanah (hak atas tanah), bertujuan untuk memberikan
            kepastian hukum dan perlindungan kepada pemegang hak atas suatu
            bidang tanah, satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar
            dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang
            bersangkutan, yang merupakan amanat Pasal 19 yang obyeknya berupa
            HM, HGU dan HGB (lihat Pasal 23, 32, dan 38 UUPA). Pendaftaran
            tanah pada hakikatnya bertujuan untuk memberikan kepastian hak kepada
            pemilik tanah terdaftar agar dengan mudah membuktikan dirinya sebagai
            pemilik tanah. Kepada pemilik tanah diberikan sertifikat  sebagai surat
            tanda bukti. Terbitnya sertipikat  merupakan pemberi rasa aman kepada
            pemilik tanah akan haknya kepada tanah itu, sertifikat merupakan  tanda
            bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat  mengenai data
            fisik dan  data yuridis  yang termuat di dalamnya, sepanjang data tersebut
            sesuai dengan  data yang terdapat dalam surat ukur dan buku tanah  yang
            bersangkutan. 75
                 Disadari bahwa tujuan pendaftaran tanah selain untuk menjamin
            kepastian hukum tersebut, juga dapat sekaligus untuk menyediakan data/
            informasi pertanahan (lihat Pasal 3 PP Nomor 24 Tahun 1997). Dengan
            demikian, obyek pendaftaran  yang dimaksud Pasal 19 serta Pasal 23, 32,
                                       76
            dan 38 UUPA baru sebagian hak atas tanah yaitu permukaan bumi baik
            terhadap tanah yang sudah ada haknya (hak lama) maupun terhadap tanah
            yang belum ada haknya (tanah negara), dan pendaftaran (dalam daftar



                 75 Adrian Sutedi, 2011, Sertifikat Hak Atas Tanah, Sinar Grafika , Jakarta, hlm 176
                 76 Menurut Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah,
            dinyatakan bahwa:
            (1)  Obyek pendaftaran tanah meliputi: a. bidang-bidang tanah yang dipunyai dengan hak milik,
                 hak guna usaha, hak guna bangunan dan hak pakai; b. tanah hak pengelolaan; c. tanah wakaf;
                 d. hak milik atas satuan rumah susun; e. hak tanggungan; f. tanah Negara.
            (2)   Dalam hal tanah Negara sebagai obyek pendaftaran tanah sebagaimana dimaksud pada
                 ayat (1) huruf f, pendaftarannya dilakukan dengan cara membukukan bidang tanah yang
                 merupakan tanah Negara dalam daftar tanah.


            490      Hubungan Keagrariaan
   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526