Page 519 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 519

Saat ini sudah ada contoh tanah-tanah adat (awalnya
                       termasuk tanah ulayat), yang setelah didaftarkan oleh
                       Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN menjadi kepemilikan
                       bersifat individual, misalnya di Sumatera Barat. Tanah Ulayat
                       di Minangkabau dimiliki secara bersama oleh masayarakat adat
                       yang menguasai dan pengaturan pengelolaannya diserahkan
                       pada penghulu. Berdasarkan Perda Sumatera Barat Nomor 6
                       Tahun 2008, klasifikasi tanah ulayat terdiri atas 4 (empat) jenis
                       tanah ulayat, yakni tanah ulayat rajo, tanah ulayat nagari, tanah
                       ulayat suku, dan tanah ulayat kaum.

                       –    Tanah Ulayat Rajo, dapat didaftarkan sebagai subjek
                            pemegang hak adalah anggota kaum dan pihak ketiga,
                            diketahui oleh laki-laki tertua pewaris rajo, dengan status
                            hak pakai dan hak kelola;
                       –    Tanah Ulayat Nagari, dapat didaftarkan dan yang
                            bertindak sebagai subjek pemegang hak adalah ninik
                            mamak KAN diketahui oleh Pemerintah Nagari dengan
                            status Hak Guna Usaha, Hak Pakai atau Hak Pengolahan;
                       –    Tanah Ulayat Suku, yaitu tanah yang dipunyai secara
                            bersama oleh seluruh anggota suku yang diwarisi secara
                            turun temurun dalam keadaan utuh. Penguasanya
                            adalah penghulu suku. Terhadap tanah ulayat suku
                            dapat didaftarkan sebagai subjek pemegang hak adalah
                            penghulu-penghulu suku dengan status hak milik.
                       –    Tanah Ulayat Kaum, yaitu tanah yang dimiliki secara
                            bersama dalam garis keturunan matrilineal yang diwarisi
                            secara turun temurun dalam keadaan utuh yang tidak
                            terbagi-bagi. Penguasanya adalah penghulu kaum. Tanah
                            Ulayat kaum ini sering juga disebut tanah pusako tinggi.
                            Terhadap tanah ulayat kaum dapat didaftarkan sebagai
                            subjek pemegang hak adalah anggota kaum dan mamak
                            kepala waris dengan status hak milik.


                            Dari ketentuan tersebut di atas, dipahami bahwa jika
                       tanah ulayat didaftarkan pada Kantor Pertanahan, maka
                       statusnya diubah menjadi HGU, Hak Pakai, Hak Milik, HPL




            488      Hubungan Keagrariaan
   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524