Page 522 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 522

tanah) terhadap tanah negara bertujuan untuk menyediakan informasi
             kepada pihak-pihak yang berkepentingan termasuk Pemerintah serta untuk
             terselenggaranya tertib administrasi pertanahan. Dari ketentuan Pasal 9
             ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997, tanah ulayat tidak termasuk ke dalam
             obyek pendaftaran tanah. Terhadap tidak dimasukkannya tanah ulayat
             sebagai obyek pendaftaran tanah, Boedi Harsono berpendapat bahwa hak
             ulayat tidak akan didaftar. UUPA tidak memerintahkan pendaftarannya,
             dan dalam PP No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, hak
             ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam obyek pendaftaran tanah.
             Secara teknis tidak mungkin, karena batas-batas tanahnya tidak mungkin
             dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antar masyarakat hukum yang
             berbatasan. Ringkasnya, terhadap hak penguasaan atas tanah (hak ulayat) di
             kawasan hutan adat belum diamanatkan untuk dilakukan pendaftarannya
             sebagaimana UUPA, padahal eksistensi hak ulayat tersebut diakui oleh
             peraturan perudang-undangan.
                   Di atas sudah dijelaskan bahwa hak penguasaan atas tanah di kawasan
             hutan adat merupakan hubungan hukum antara masyarakat adat dengan
             tanah ulayatnya melahirkan hak ulayat. Hak ulayat ini merupakan hak
             kolektif yang dimiliki oleh masyarakat hukum adat dan juga harus diakui
             dan dilindungi oleh Negara. Eksistensi Masyarakat Hukum Adat dan Tanah
             Ulayat (hak penguasaan atas tanah di kawasan hutan adat) di Indonesia
             diakui secara tegas dalam konstitusi Negara. Pasal 18B ayat 2 UUU 1945
             menyatakan bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan
             masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih
             hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara
             Kesatuan Republik Indonesia. Eksistensi tersebut lebih dipertegas lagi
             dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012,
             yang menetapkan bahwa masyarakat hukum adat selain memegang hak
             atas tanah ulayat sekaligus memegang hak  atas  hutan  adat. Hak ulayat
             merupakan serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum
             adat yang berhubungan dengan tanah yang terletak dalam wilayahnya. 77
                   Bertitik tolak dari arti penting pendaftaran (hak atas tanah)
             sebagaimana amanat Pasal 19 UUPA yaitu mewajibkan pada pemerintah
             untuk menyelenggarakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik
             Indonesia,  sudah sewajarnya terhadap hak penguasaan atas tanah (tanah


                   77 Boedi Harsono, op cit, hlm. 185.


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  491
   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527