Page 523 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 523

ulayat) juga perlu dilakukan pengadministrasian dengan melakukan
            kegiatan pendaftarannya minimal pencatatan pada daftar tanah sebagaimana
            pendaftaran terhadap tanah negara. Menurut peneliti, pendaftaran terhadap
            hak penguasaan atas tanah (tanah ulayat) pada buku tanah (dan pencatatan
            pada surat ukur) sampai diterbitkannya sertipikat, akan mengalami
            terkendala dari sisi subyek (pemegang tanah ulayat) maupun dari sisi status
            tanahnya( isi dan kewenangannya).
                 UUPA mengakui keberadaan hak ulayat. Hal ini menjadi dasar
            dikeluarkannya Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 5 tahun
            1999 tentang Pedoman Penyelesaian Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.
            Peraturan Menteri agraria tersebut mengatur mengenai kriteria ada atau
            tidaknya keberadaan hak ulayat masyarakat hukum adat. Setelah melalui
            penelitian yang melibatkan stakeholders, keberadaan hak ulayat yang masih
            ada dinyatakan dalam peta dasar pendaftaran tanah dengan membubuhkan
            suatu tanda kartografi dan apabila memungkinkan, menggambarkan batas-
            batasnya serta mencatatnya dalam daftar tanah. Dalam hal ini, tanah ulayat
            tersebut tidak diterbitkan sertipikat.
                 Dalam rangka menjamin eksistensi tanah ulayat, pemetaan tanah
            ulayat merupakan keniscayaan. Penentuan batas-batas tanah ulayat tidak
            cukup hanya berdasarkan “peta ingatan” dari penguasa-penguasa adat. Perlu
            kejelasan siapa pemilik/penguasa tanah ulayat beserta dengan batas-batas
            yang melingkupinya. Ketidakjelasan tersebut, cenderung akan menjadi
            sumber konflik dimasa mendatang, yang sewaktu-waktu dapat menggeliat.
            Untuk itu, dalam waktu secepatnya perlu dilakukan pemetakan tanah
            ulayat sebagaimana surat edaran dari otoritas pertanahan, dengan langkah-
            langkah:

            a.   Upaya percepatan penetapan keberadaan tanah ulayat sebagaimana
                 diatur Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 1999.
            b.   Membukukan/mencatat tanah ulayat ke dalam daftar tanah,
                 sebagaimana mekanisme pendaftaran tanah negara yang diatur dalam
                 Pasal 9 ayat (2) PP No. 24 tahun 1997, dengan prosedur yang tidak
                 rumit dan tidak memerlukan biaya besar, karena kegiatannya hanya
                 melakukan pengukuran, pemetaan dan pembukuan tanah (lihat Pasal
                 19 ayat (2) huruf a, yang juga disebut kegiatan fisik kadaster (tanpa
                 dilakukan pendaftaran haknya).





            492      Hubungan Keagrariaan
   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528