Page 517 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 517

tersebut sedangkan pemegang hak menguasai belum tentu pemilik
                 dari benda itu. Bila dikaitkan dengan hak ulayat, maka hak ulayat
                 termasuk ke dalam kategori hak menguasai. Karena hak ulayat
                 merupakan kepunyaan bersama masyarakat hukum adat di mana
                 penguasaannya dipimpin oleh Penguasa Adat.
                       Walaupun berdasarkan UUD 1945 dan putusan MK 35
                 mengakui hak penguasaan masyarakat adat atas hutan adatnya,
                 sehingga masyarakat adat memiliki wewenang untuk mengatur
                 peruntukan, fungsi dan pemanfaatan tanah ulayat dan hutan adat
                 yang ada wilayahnya, namun belum jelas siapa subyek (pemegang
                 hak) pada saat pendaftaran (pencatatan dalam daftar-daftar umum).
                 Nama-nama pemegang hak dapat beberapa kemungkinan, yaitu:
                 a)    Dalam hal pemegang haknya dimaknai sebagai pemilikan
                       individu (kelompok bersama masyarakat hukum adat),
                       maka pendaftaran hak ulayat akan beresiko hanya mencatat
                       nama-nama penduduk (yang mempunyai bukti identitas
                       kependudukan) dalam kelompok masyarakat hukum adat
                       tersebut, belum lagi kesulitan dalam pencatatan berapa porsi
                       bagian dari masing-masing orang (atau keluarga), sebagaimana
                       teknis administrasi pertelaan dalam pendaftaran pada Hak Milik
                       atas Satuan Rumah Susun.  Sedangkan penduduk yang belum
                       mempunyai bukti identitas, misalnya masih belum dewasa,
                       bahkan bagi generasi yang akan datang baru akan (ikut) diakui
                       sebagai subyek hak jika dilakukan pendaftaran peralihan (balik
                       nama) karena pewarisan. Disini akan menemui kesulitan dalam
                       pendaftaran peralihan hak karena dinamika pewarisan dalam
                       masyarakat terus akan terjadi setiap saat.
                 b)    Begitu juga atas tanah yang semula sudah ada hak atasnya,
                       bila terjadi pendaftaran balik nama tentu pula diberikan status
                       kepemilikan baru bagi yang memohon untuk balik namanya
                       berdasarkan bukti adanya perbuatan hukum di atas hak itu.
                       Perbuatan hukum dimaksud adalah perbuatan pengalihan
                       dari orang pertama yang telah mendaftarkan hak itu kepada
                       orang kedua (pihak lain) yang menerima hak atas tanah yang
                       disebut dengan pemindahan hak. Menurut ketentuan undang-
                       undang, pemindahan hak ini dapat dilakukan dengan jual beli,



            486      Hubungan Keagrariaan
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522