Page 512 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 512

Akan tetapi, ironisnya, di tengah tidak aktifnya koreksi
                        terhadap penunjukan kawasan hutan itu terjadi, tumpang-tindih
                        perizinan dan penguasaan sehingga memerlukan kebijakan one
                        map policy, serta persyaratan ketat baik secara fisik dan yuridis
                        untuk membuktikan klaim masyarakat adat; munculnya inisiatif
                        masyarakat sipil dalam membantu proses penguatan klaim yang
                        salah satunya adalah melalui peta tidak kunjung pula diakui.
                        Banyak kritik telah muncul yang melihat kondisi negara yang
                        tidak aktif bertindak, namun ketika ada inisiatif masyarakat
                        yang aktif melakukannya, tetap saja negara tidak mengakui.
                             Data pemetaan partisipatif yang dilakukan oleh JKPP
                        yang sudah diregistrasi sebagai wilayah adat (Badan Registrasi
                        Wilayah Adat/BRWA) sampai dengan tahun 2013 adalah seluas
                        2,4 juta hektar. Data ini telah diserahkan kepada Kepala UKP4
                        dan Kepala BIG. Tahapan dan tujuan pemetaan partisipatif
                        yang mereka rumuskan adalah: Pemetaan partisipatif untuk
                        1) penyelesaian konflik, 2) perencanaan wilayah adat. Hasil
                        pemetaan dimasukkan dalam registrasi wilayah adat di BRWA
                        untuk mendapatkan rekognisi.
                             Akan tetapi peta-peta partisipatif wilayah adat yang
                        dihasilkan JKPP belum dapat masuk sistem pemetaan resmi
                        pemerintah. Perpres No.85/2007 mengenai Jaringan Data
                        Spasial Nasional (JDSN) merupakan rujukan utama dalam
                        membuat Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pemetaan
                        Partisipatif yang dibuat oleh BIG. Dalam perpres ini tidak
                        memungkinkan peta wilayah adat menjadi bagian dalam JDSN,
                        karena pembuat peta atau wali data tidak menjadi bagian
                        dari Simpul Jaringan (Pasal 4-5 Perpres 85/2007).  Padahal
                        mandat UU Informasi Geospasial No.4/2011 Pasal 23 angka
                        1, masyarakat mempunyai hak membuat informasi geospasial
                        tematik yang dapat menjadi bagian dalam JDSN untuk
                        dijadikan referensi mengurus hutan Indonesia . Sudah saatnya
                                                                 70
                        negara mengakui dan mengakomodir inisiatif dari masyarakat
                        sipil yang justru memudahkan kerja pemerintah itu sendiri.




                   70 ibid


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  481
   507   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517