Page 507 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 507

tidak memasukkannya ke dalam kategori pihak ketiga.
                       Padahal legalitas masyarakat adat sebagai subjek hukum atas
                       hutan adat telah dinyatakan oleh Mahkamah Konstitusi
                       dalam pertimbangan hukumnya untuk Putusan MK 35.
                       Singkatnya, Permenhut 62/2013 tersebut menguatkan kembali
                       Kemenhut yang melakukan belitan dan jerat teknis yang sulit
                       dilaksanakan oleh masyarakat dan para pihak untuk terjadinya
                       pengakuan hak-hak pihak ketiga dalam hal ini hutan adat dalam
                       pengukuhan kawasan hutan .
                                                66
                            Peraturan itu juga menyatakan bahwa pihak ketiga
                       yang mengklaim hak harus menunjukan bukti keberadaan
                       permukiman, fasilitas umum, dan fasilitas sosial yang sudah
                       ada sebelum penunjukan kawasan hutan maupun sesudah
                       penunjukan kawasan hutan. Ketiga syarat penguasaan fisik ini
                       tentunya sulit dipenuhi oleh masyarakat adat  apalagi mereka
                                                                67
                       yang terusir dari wilayah adatnya serta mengalami kriminalisasi.
                            Atas keluarnya Permenhut P.62 tersebut, Aliansi
                       Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai salah satu pihak
                       yang mengajukan judical review ke MK melakukan penolakan
                       pada tanggal 21 Januari 2014. AMAN menuntut agar peraturan
                       menteri tersebut dicabut sebab (1) mengingkari status masyarakat
                       adat sebagai subjek hukum; (2) mengabaikan putusan MK
                       45/2011 yang mengkoreksi aturan tentang Pengukuhan
                       Kawasan Hutan dalam UU Kehutanan; (3) membatasi bukti
                       klaim atas Hak Masyarat Adat; (4) memberlakukan syarat
                       berganda pengakuan Hutan Adat; (5) melestarikan cara pandang
                       yang salah mengenai Kawasan dan Hutan Negara dengan
                       mempersamakan keduanya; (6) berpotensi pada semakin
                       menguatnya ego sektor Kehutanan dalam penyusunan Legislasi
                       Daerah.







                 66 Bernadinus Steni dan Yance Arizona, Analisa Hukum atas Permenhut No 62 Tahun 2013,
            Desember 2013. Tidak diterbitkan, hlm 5.
                 67 Rilis Pers: Permenhut P.62 Melanggar Putusan MK35,  http://www.aman.or.id/2014/01/22/
            rilis-pers-permenhut-p-62-melanggar-putusan-mk35/#.U_VlyqNiTFw, diakses 21 Agustus 2014


            476      Hubungan Keagrariaan
   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512