Page 508 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 508

ii.   National Inquiry oleh Komnas HAM dan Inistiatif Organisasi
                        Masyarakat
                             Pihak yang memberikan respon langsung dengan adanya
                        putusan Nomor 35/PUU-X/2012 adalah Komnas HAM
                        dan beberapa organisasi masyarakat sipil. Lembaga negara ini
                        langsung mengadakan National Inqury yang dilakukan karena
                        selama ini pemerintah dianggap telah melakukan banyak
                        kesalahan dan kekerasan yang telah mencerabut hak masyakat
                        adat atas wilayahnya, sehingga pemerintah harus memberikan
                        hak restitusi.
                             National Inquiry adalah salah satu bentuk penyelidikan
                        terhadap permasalahan tertentu yang memberi dampak pada
                        nasib masyarakat luas yang diduga akarnya dari satu bidang
                        yang sifatnya nasional. Berbeda dengan penyelidikan umum,
                        inkuiri nasional adalah melibatkan partisipasi masyarakat dan
                        juga pemberian pendidikan kepada masyarakat serta aparat
                        pemerintah mengenai hak-hak masyarakat adat.  Kegiatan
                                                                      68
                        ini dimaksudkan untuk melakukan penyelidikan atas satu
                        masalah terkait dengan HAM yang dilakukan secara sistematis
                        dan bersifat terbuka. Dapat dikatakan ia merupakan gabungan
                        antara penyelidikan, kajian, kampanye, dan rekomendasi
                        kebijakan.

                             National Inquiry memiliki metode penelitian dengan
                        mengumpulkan data yang dilakukan oleh 9 organisasi
                        masyarakat sipil seperti Sajogyo Institute, HuMa, AMAN,
                        The Samdhana Institute, Elsam, Kemitraan, JKPP, Epistema
                        Institute, dan Komnas Perempuan, selain Komnas HAM
                        sendiri. Verifikasi data dilakukan dalam stakeholder meeting dan
                        pertemuan dengan tim lokal untuk mempersiapkan persiapan
                        Dengar Kesaksian (Public Hearing) di tujuh wilayah. Masyarakat
                        adat sebagai korban yang mendapatkan pelanggaran yang
                        terindikasi pelanggaran berat atas Hak Asasi Manusia dihadirkan
                        secara convidential untuk memberikan kesaksiannya. Dalam
                        proses Dengar Kesaksian disajikan minimal 6 kasus konflik



                   68 Wawancara dengan Sandra Moniaga (Komisioner Komnas HAM), Jakarta, 8 September
             2014


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  477
   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513