Page 576 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 576

BAB III



                           METODE PENELiTiAN












             Penelitian menggunakan metode deskriptif, yang mengupas urgensi
             lahirnya Perda SIM-TN dan proses terbitnya SIM-TN, beserta implikasi
             yang ditimbulkannya. Pendekatan hukum normatif dan empiris, serta
             pendekatan keruangan dipakai sebagai dasar analisis. Penelitian ini juga
             bersifat penelitian tindakan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberi
             alternatif solusi atas permasalahan dalam penyelenggaraan SIM-TN beserta
             implikasinya.



             1.    Lokasi Penelitian
                   Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan. Alasan pemilihan lokasi
             ini karena penerbitan SIM-TN telah berlangsung cukup lama dan telah
             berimplikasi pada kegiatan pendaftaran tanah dan administrasi pertanahan
             pada umumnya. Demikian juga peraturan-peraturan yang ada telah
             berulangkali direvisi, sehingga perkembangan, arah/orientasi dan implikasi
             dari penerbitan itu dapat dikaji pula. Penelitian dilakukan di Kantor
             Pertanahan, Kantor Pelayanan Penerbitan SIM-TN: Kantor Kecamatan
             dan Kantor Kelurahan, dan lokasi di mana terdapat tanah-tanah yang telah
             dikeluarkan SIM-TN.



             2.    Data Penelitian
                   Data penelitian meliputi data sekunder dan data primer. Data
             sekunder meliputi: a) peraturan (Perda, Juklak/nis) penerbitan SIM-TN;
             b) bentuk dan isi dokumen SIM-TN sebagai ’alas hak’; d) penatausahaan



                                                                             545
   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580   581