Page 573 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 573

Peta di masa datang bukan lagi media untuk menyimpan informasi.
            Peta akan berfungsi untuk menyajikan informasi yang tersimpan pada
            basis data. Dahulu surveyor setelah mengukur batas bidang tanah langsung
            menggambarkannya pada peta.  Setelah letak batas bidang tanah tersaji
                                         2
            di peta, selanjutnya dihitung luasnya secara grafis di atas lembar peta
            dengan bantuan mistar skala teliti. Di masa kini, setelah pengukuran
            batas bidang tanah, langsung dapat dilakukan penghitungan koordinat
            batas-batas bidang. Komponen spasial dari objek merupakan atribut yang
            mendefinisikan lokasi dan dimensi objek. Hasil olahan objek bidang tanah
            ini disimpan dalam suatu sistem manajemen basis data. Penyimpanan data
            ini akan berlangsung sepanjang masa, termasuk perkembangan dari data itu.
                 Teknologi geomatika akan mengambil peranannya, dan merupakan
            alat yang biasa digunakan dalam pekerjaan kadaster. Banyak negara
            berkembang membutuhkan model yang ada untuk memecahkan masalah
            sosial dan lingkungan fisik. Dengan demikian, kadaster modern akan
            membangun basis data untuk berbagai keperluan. Para surveyor harus
            mampu mengoperasikan dan menggunakan teknologi modern untuk
            berbagai macam model keperluan ini. Pembuatan model keruangan yang
            multiguna dengan unit bidang tanah sebagai basisnya akan dituntut di masa
            mendatang. Hasil pemodelan ini akan dijadikan alat pengambil keputusan
            bagi para pihak yang berkepentingan.


            Statement 4: ’Paper and pencil – cadastre’ will have gone. (Kadaster yang
            menggunakan kertas dan pensil akan punah)

                 Praktik kadaster menggunakan aplikasi teknologi komputer akan terus
            meningkat aktivitasnya, dan data tekstual yang tersimpan dalam basis data
            lebih mudah diolah. Piranti teknologi informatika ini secara dramatis telah
            menggantikan piranti-piranti analog. Dokumen-dokumen kadaster akan
            terkonversi dari bentuk analog menjadi bentuk digital. Warkah-warkah
            kadaster cukup dipindai dalam waktu yang relatif sangat singkat hingga
            masuk dalam basis data. Dalam sistem yang demikian, berarti tidak ada
            lagi register analog dan penggambaran peta analog dalam bidang kadaster,
            yang berarti pula kertas dan pensil akan hilang selamanya dalam pekerjaan
            kadaster.



                 2 Istilahnya di Indonesia “dikartir”


            542      Hubungan Keagrariaan
   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578