Page 572 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 572

level 100 persen, namun meningkatnya pertumbuhan penduduk dan
             penggunaan teknologi tinggi yang kian masif menyebabkan intensitas
             eksploitasi sumberdaya alam, termasuk tanah, menjadi kian meningkat
             untuk memenuhi kebutuhan. Untuk melindungi sumberdaya alam dari
             kerusakan dan kepunahan, diperlukan aturan sosial atau perundang-
             undangan. Dalam hukum privat, pengadaan tanah untuk kepentingan
             umum memang dapat dilaksanakan, tetapi Negara seringkali dihadapkan
             pada sulitnya kesepakatan dengan sekian banyak pemilik tanah dalam
             pembebasan tanah. Dan biasanya pula negara dengan kemampuannya akan
             membuat pembatasan-pembatasan terhadap suatu area (zone), atau yang
             diistilahkan oleh Kadaster 2014 sebagai legal land objek. Oleh karena itu,
             kadaster ke depan akan membutuhkan model-model pemetaan tematik.

             Statement 2: The separation between ‘maps’ and ‘registers’ will be abolished!
             (Pemisahan antara peta-peta dan daftar tanah – daftar tanah akan berakhir)


                   Banyak negara yang mempunyai sistem pencatatan tanah yang terdiri
             dari komponen kadaster dan pendaftaran tanah. Komponen kadaster
             biasanya dilaksanakan oleh surveyor dengan keahlian pengukuran dan
             pemetaan, sedangkan komponen pendaftaran tanah sangat identik dengan
             pembukuan yang biasanya dilaksanakan oleh ahli hukum kantor atau pun
             notaris. Dalam Kadaster 2014 tidak akan ada lagi pemisahan antara peta-
             peta pendaftaran dengan dokumen-dokumen pendaftarannya, sehingga
             tanggung jawab kedua komponen di atas dalam kadaster masa depan akan
             diganti.


             Statement 3: The cadastral mapping will be dead. Long life modeling!
             (Pemetaan kadaster akan mati. Pemodelan yang akan bertahan)

                   Dengan mengimplementasikan Kadaster 2014, maka pemetaan
             kadastral dengan media kertas akan mati, dan modelling akan hidup lebih
             lama. Peta akan kehilangan fungsinya sebagai penyimpan dan penyaji
             informasi. Penyajian informasi akan lebih praktis melalui database.
             Kemajuan teknologi informasi telah merubah cara kerja surveyor.
             Kemampuan internet untuk memfasilitasi komunikasi data sangat penting
             dalam pertukaran data kadaster. Dengan metode GNSS dan penginderaan
             jauh, penentuan posisi objek akan lebih praktis, yang akan menggantikan
             penggambaran objek pada peta dengan sistem informasi.



                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  541
   567   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577