Page 577 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 577
SIM-TN di tingkat kelurahan dan kecamatan; e) rencana tata ruang wilayah
Kota Tarakan; dan f) kondisi penguasaan tanah Kota Tarakan.
Data primer meliputi: a) teknis pelayanan SIM Tanah; b) proses
pengurusan SIM-TN oleh pemohon; c) implikasi daripada penerbitan
SIM-TN bagi penguasaan tanah yang telah ada, serta implikasinya terhadap
tata pendaftaran tanah dan administrasi pertanahan.
3. Cara pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen, wawancara,
dan observasi. Studi dokumen meliputi Perda, petunjuk operasional
penerbitan SIM-TN, arsip dokumen SIM-TN yang didapat dari Kantor
Kelurahan dan Kantor Kecamatan; arsip SIM-TN sebagai alas hak yang
didapat dari Kantor Pertanahan; data sosial ekonomi masyarakat yang
diperoleh dari Kantor BPS; dan Peta RTRW yang diperoleh dari Pemko
Tarakan.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh: a) kejelasan urgensi
penerbitan SIM-TN; b) penjelasan SIM-TN dapat dijadikan ’alas hak’
pendaftaran tanah; d) syarat dan proses pengurusan SIM-TN oleh
pemohon; e) dampak yang ditimbulkan dari SIM-TN dan sertipikasi
tanahnya. Wawancana untuk butir a), b), c) dilakukan terhadap pihak
Pemko dan Kantor Pertanahan, butir d) dilakukan terhadap pemohon,
sedangkan butir e) dilakukan terhadap pihak Pemko, Kantor Pertanahan,
masyarakat penerima, dan instansi terkait dengan kondisi sosial ekonomi
masyarakat.
Observasi dilakukan pada teknis pelayanan penerbitan SIM-TN
di Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan. Observasi lapangan juga
dilakukan terhadap bidang-bidang tanah yang telah diterbitkan SIM-TN
dan atau sertipikat. Lebih lanjut, observasi dengan menggunakan dokumen
peta, akan diperoleh kejelasan kondisi keruangannya.
4. Teknik Analisis
Analisis dimulai dari urgensi penerbitan SIM-TN, syarat dan proses
pengurusan SIM-TN oleh pemohon, ketepatan dalam pemberian SIM-TN
546 Hubungan Keagrariaan

