Page 569 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 569

dengan harga yang murah, hingga pada suatu ketika jika mereka melihat
            peluang meraup keuntungan yang sangat besar, maka dijualnya tanah
            itu, demikian seterusnya. Jika ini terjadi maka dapat diperkirakan bahwa
            harga tanah akan membumbung tinggi dan terjadi fluktuasi harga yang tak
            menentu. Dampak berikutnya adalah kurang tertibnya alih penguasaan /
            pemilikan karena ketiadaan alas hak. Hal itu akan berdampak pula pada
            kualitas administrasi pertanahan jika dalam proses pendaftaran tanahnya
            menggunakan alas hak yang kurang berkepastian hukum, atau yang hanya
            sekedar menciptakan bukti penguasaan/pemilikan.


            4.   Manfaat Sistem Kadaster dan Pendaftaran Tanah bagi
                 Administrasi Pembangunan

                 Dalam studi Bank Dunia oleh Doeble dalam Larsson (1991),
            dikemukakan bahwa tanah perkotaan mempunyai sumberdaya ekonomi
            dan sosial yang sangat berharga, dan tidak dapat dikelola dengan baik tanpa
            sistem yang memadai dalam pengukuran dan perekaman batas-batas tanah
            dan pendaftaran semua hak yang sesuai dengan hukum tanah. Atau dengan
            kata lain, tanpa sistem kadastral yang memadai, sumberdaya tanah tidak
            dapat dikelola dengan baik. Pada suatu ketika jika pengadaan tanah menjadi
            suatu hal yang meningkat kesulitannya dan memakan waktu dalam setiap
            proyek, kurangnya informasi kadastral menjadikan keadaan lebih kritis.
            Di negara/daerah yang tingkat urbanisasinya tinggi, diperkirakan sistem
            kadastralnya juga semakin melemah. Karena itu, pembangunan sistem
            kadaster sekarang dianggap sebagai bagian pembangunan infrastruktur
            dasar, seperti jaringan jalan, listrik, dan sebagainya. Sistem kadastral telah
            menjadi unsur penting yang sebenarnya dapat memperlancar semua bentuk-
            bentuk pembangunan lainnya.
                 Berikutnya Larsson mengutip pernyataan Simpson, bahwa
            pendaftaran tanah harus selalu dipelihara dengan baik dan selalu melihat
            ke depan. Sistem kadastral dan pendaftaran tanah merupakan sarana
            penting untuk memperkuat dan melayani kebutuhan administrasi dengan
            bermacam cara, di samping berkontribusi ke sistem-sistem pajak tanah
            yang komprehensif dan efisien, kependudukan, pengembangan kota,
            dan sebagainya. Merupakan hal yang mudah untuk melihat bagaimana
            informasi komprehensif direlasikan dengan satuan bidang tanah atau
            satuan lain yang sesuai, dan sangat berguna untuk administrasi berbagai



            538      Hubungan Keagrariaan
   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573   574