Page 606 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 606

akan lahan pertanian, telah membuat mereka melakukan tindakan yang
             berlawanan dengan peraturan-peraturan yang dikeluarkan Pemko Tarakan.
                   Pemukiman di Kelurahan Karanganyar yang terletak di lembah
             perbukitan hutan lindung telah dimasukkan Pemko sebagai area hutan
             lindung. Hal tersebut telah menimbulkan keberatan dari masyarakat yang
             tinggal, dan mereka mengajukannya kepada Pemko. Pemukiman yang
             dimasukkan hutan lindung oleh Pemko dapat dilihat pada gambar berikut ini,


























                  Gb. VI-4. Pemukiman yang Dimasukkan dalam Hutan Lindung oleh Pemko


                   Dari evaluasi kembali terhadap area itu, akhirnya Pemko mengabulkan
             kemauan warga, di mana tanah permukiman tersebut dikeluarkan (enclave)
             dari peruntukan hutan lindung. Masalahnya tinggal pada persetujuan
             dari Kementerian Kehutanan yang hingga saat ini belum juga merevisi
             peruntukan area itu. Hal ini telah menambah persoalan administrasi
             pertanahan, di mana pada area pemukiman tersebut telah lahir beberapa
             SIM-TN sebelum kebijakan tata ruang lahir. Memperhatikan hal tersebut,
             Kantor Pertanahan bersikap sangat hati-hati, dan sementara ini tidak
             menerima setiap permohonan pendaftaran tanah di area lindung yang
             belum dilakukan enclave oleh Pemerintah.
                   Kebijakan tata ruang yang dikeluarkan Pemko Tarakan memperlihatkan
             keinginan untuk menciptakan suasana kota yang tertib dan nyaman.
             Terlihat di daerah pinggiran perkotaan, ruas-ruas jalan diperlebar dan




                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  575
   601   602   603   604   605   606   607   608   609   610   611