Page 608 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 608

GSB ini berguna sebagai antisipasi daripada perkembangan kota,
             yang mana membutuhkan aksesibilitas berupa jalan raya yang cukup untuk
             melayani masyarakat. GSB juga dijadikan salah satu syarat yang tidak
             boleh dilanggar dalam pembuatan SIM-TN, dalam arti bahwa tanah yang
             diterbitkan SIM-TN-nya tidak diperbolehkan melampaui GSB.
                   Persoalan lainnya adalah pada tanah yang dikuasai oleh instansi
             TNI AL yang terdapat di lima kelurahan, yaitu Kelurahan Karanganyar
             (Kampung Bugis), Pantai Amal, Sebengkok, Mamburungan, dan Kelurahan
             Pamusian. Dari kelima lokasi tersebut, hanya tanah TNI AL yang di
             Kampung Bugis saja yang telah disertipikatkan. Beberapa sertipikat lahir
             dengan jenis hak berupa HGB dan Hak Pakai (HP). Kondisi tanah yang
             diklaim TNI AL di Kelurahan Pantai Amal merupakan hamparan luas yang
             tidak mempunyai batas, di mana banyak bidang-bidang tanah penguasaan
             warga masyarakat berada di atasnya. Hingga kini belum ada langkah untuk
             menyelesaikan masalah penguasaan ini. Mengenai penguasaan tanah oleh
             TNI AL tersebut, kebijakan tata ruang wilayah Kota Tarakan juga menyebut
             bahwa akan dilakukan pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan
             pertahanan dan keamanan Negara (Pasal 7 butir e Perda 4/2012).
                   Di samping tanah yang dikuasai oleh TNI AL, ada juga tanah TNI
             AU sebagai kawasan Satuan Radar AURI di Kelurahan Mamburungan,
             pangkalan AU di Kelurahan Karanganyar Pantai, kawasan pengembangan
             Polisi Air di Kelurahan Juata Laut,  kawasan Batalion Infanteri di Kelurahan
             Juata Kerikil, dan kawasan pengembangan Komando Distrik Militer di
             Kelurahan Kampung Satu/Skip. Tentunya kawasan-kawasan tersebut perlu
             di-enclave dari terbitnya SIM-TN.
                   Pada kasus yang lain, langkah Pertamina beberapa tahun terakhir
             yang menindaklanjuti kebijakan Pemerintah untuk menginventarisir dan
             mengakuisisi kembali aset di wilayah kerjanya juga telah menimbulkan
             konflik penguasaan tanah. Ada 4 Wilayah Kerja Pertamina (WKP) di Kota
             Tarakan, yaitu: WKP Pamusian, Sesanip, Juata, dan WKP Mangatal, seperti
             ditunjukkan pada gambar di bawah ini,













                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  577
   603   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613