Page 612 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 612

0
                                       C6         3 22’07,00”     117 34’17,00”
                                                                     0
                                       C7         3 22’25,00”     117 33’54,00”
                                                                     0
                                                   0
                4   Mangatal          D1          3 24’13,00”     117 33’26,00”
                                                   0
                                                                     0
                                                                     0
                                      D2          3 24’04,00”     117 33’08,00”
                                                   0
                                                   0
                                                                     0
                                      D3          3 23’48,00”     117 33’07,00”
                                      D4          3 23’39,00”     117 33’25,00”
                                                                     0
                                                   0
             Sumber: Pertamina EP, 2013
                   Terlihat bahwa koordinat tersebut dalam sistem koordinat geodetik
             dengan ketelitian bacaan 1”, atau setara dengan 31 meter di lapangan.
             Koordinat-koordinat batas area tersebut diperoleh dengan pengukuran
             menggunakan piranti receiver GPS tipe handheld, sehingga kurang
             akurat jika ditinjau secara kadastral. Dalam waktu dekat, Pertamina akan
             memasang tugu-tugu batas untuk densifikasi tanda batas, dan melakukan
             pengukuran lanjutan.
                   Dari tayangan tabulasi sertipikasi tanah Hak Guna Bangunan (HGB)
             terhadap bidang-bidang tanah aset Pertamina EP Asset 5 Kota Tarakan
             pada tanggal 22 Agustus 2014 saat acara diskusi dan koordinasi di Kantor
             Pertamina, dapat dikemukakan bahwa semua HGB tersebut telah habis
             masa berlakunya. Pengusaan riil oleh Pertamina yang terkini hanya sebagian
             kecil daripada bidang-bidang tanah yang dijadikan rumah dinas bagi para
             pegawainya dan tanah lapangan eksplorasi aktif, sebagian besar yang lain
             telah dikuasai masyarakat dan instansi. Dalam tabulasi tersebut, pihak
             Pertamina menyebut kategori ”aman” bagi bidang-bidang tanah yang masih
             dikuasai dan/atau dimanfaatkan Pertamina, selebihnya dikategorikan ”tidak
             aman” atau masih dalam persengketaan. Pertamina berencana melakukan
             pengosongan secara bertahap terhadap aset tanah-tanahnya di area WKP.
             Rencana ini beberapa waktu lalu mengalami kendala dalam bentuk
             intimidasi dari warga yang mukim, perlawanan dilakukan oleh masyarakat
             yang mengklaim bahwa tanah yang mereka tinggali diperoleh dengan cara
             yang sah. Ancaman-ancaman kekerasan di lapangan pun dialami oleh
             petugas pendata Pertamina.











                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  581
   607   608   609   610   611   612   613   614   615   616   617