Page 613 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 613
2. Implikasi SIM-TN bagi Kepastian Hak
Dampak dari terbitnya SIM-TN dapat ditinjau dari proses terbitnya
SIM-TN dari lapangan hingga ditandatangani Pejabat yang Berwenang,
dan dari penatausahaannya. Telah dipaparkan pada bab V bahwa petugas
pelaksana penelitian riwayat tanah dan pengukuran bidang tanah adalah
tenaga dari Kelurahan. Dua dari petugas tersebut merupakan lulusan
program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Sekolah Tinggi
Pertanahan Nasional (DI PPK – STPN), pemegang lisensi pengukuran
dan pemetaan kadastral. Beberapa lainnya adalah tenaga honorer tanpa
kualifikasi yang jelas, tanpa lisensi dalam pekerjaan pengurusan yang
menyangkut data yuridis dan data fisik bidang tanah.
Standarisasi formulir dalam persetujuan batas bidang tanah juga tidak
ada, sehingga data yang diambil dalam pekerjaan ini juga bervariasi antar
kelurahan. Beberapa kelurahan telah mengambil inisiatif dengan membuat
formulir persetujuan batas, yang mana harus dibubuhkan cap jempol (sidik
jari) dari pihak-pihak yang berkepentingan atas tanda batas bidang yang
akan dimohonkan SIM-TN. Persetujuan dalam bentuk tanda tangan saja
dinyatakan belum memuaskan pihak petugas pelaksana. Kekhawatiran
terhadap pemalsuan tanda tangan telah menghantui para penyelenggara
di beberapa kelurahan.
SIM-TN yang telah terbit dibuat salinannya dan diarsip di ruang
Kasi Pemerintahan Kecamatan dan ruang Kasi Pemerintahan Kelurahan
setempat. Dalam praktiknya, tidak semua SIM-TN yang terbit dikirim
salinannya ke Kantor Kelurahan oleh pihak Kecamatan. Sewaktu tim
peneliti mewawancarai petugas di tingkat kelurahan, konon pernah
terdengar kabar bahwa ada beberapa SIM-TN yang diterbitkan tanpa
melalui prosedur yang ada. Tiba-tiba saja SIM-TN tersebut lahir tanpa
penelitian riwayat, tanpa kesepakatan batas bidang tanah dengan pihak yang
berbatasan/bersebelahan, dan tanpa pengukuran dari petugas lapangan.
Seloroh dari petugas lapangan itu:
”Ya... terserah Pejabat yang bikin kan Pak, kami kan hanya di lapangan.
Tiba-tiba saja kami melihat ada arsip SIM-TN yang tidak melibatkan kami,
padahal kami yang selalu bertugas di kelurahan ini, tidak ada yang lainnya”.
582 Hubungan Keagrariaan

