Page 617 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 617

akhir ini juga menimbulkan persoalan pertanahan. Di area WKP telah
            banyak lahir sertipikat hak milik atas nama warga masyarakat, dan dengan
            kebijakan Pemko telah banyak lahir pula SIM-TN. Kondisi demikian juga
            telah berimbas pada pelayanan pendaftaran tanah di Kantah. Berikut ini
            penuturan dari staf Kantah:

                 ”Ada seorang ibu-ibu dari Kelurahan Pamusian datang ke Kantor
                 (Pertanahan) untuk mensertipikatkan tanahnya, tetapi kami menolak
                 permohonannya karena tanahnya berada di dalam kawasan WKP Pamusian.
                 Ibu itu sempat protes kepada kami, dan setelah kami jelaskan, lantas ia
                 menangis tersedu-sedu, dan menyatakan kekecewaan atas kondisi yang
                 dialaminya. Ia mendapatkan tanah itu dari membeli beberapa tahun lalu,
                 dan telah diperolehnya SIM-TN.”

                 Semenjak diminta oleh pihak Pertamina untuk menghentikan
            kegiatan pendaftaran tanah di area WKP, Kantah telah menindaklanjuti
            dengan menolak setiap permohonan pendaftaran tanah dari warga
            masyarakat di area WKP. Dalam mengantisipasi hal tersebut, langkah-
            langkah koordinasi antara pihak Pertamina dan Kantah selalu dilakukan.
                 Dalam Perda 19/ 2001 yang kemudian direvisi dengan Perda 10/2004,
            di samping mengatur tentang tata cara memperoleh SIM-TN, kewajiban,
            pengawasan dan pembinaan, dan ketentuan penyidikan, juga mengatur
            biaya perijinan, sanksi administrasi, serta ketentuan pidana. Hal yang
            patut menjadi telaah adalah biaya dalam penerbitan SIM-TN, yang mana
            ketentuan biaya dimaksud tidak termasuk biaya operasional lapangan oleh
            Tim Peninjauan Fisik Bidang Tanah dan biaya administrasi di kelurahan
            serta kecamatan. Penerbitan SIM-TN juga disertai syarat-syarat dan
            ketentuan sebagai berikut:

            1.   Syarat-syarat bagi penerima ijin
                 a.    Penerima ijin memakai tanah negara wajib memanfaatkan tanah
                       tersebut selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesuai
                       dengan peruntukan ijin yang diberikan.
                 b.    Ijin memakai tanah negara tidak dapat dialihkan kepada pihak
                       lain.
            2.   Ijin memakai tanah negara dapat dicabut dan atau dinyatakan tidak
                 berlaku apabila ternyata :





            586      Hubungan Keagrariaan
   612   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622