Page 620 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 620

BPHTB sebagaimana diatur dalam UU 21/ 1997 yang kemudian direvisi
             dengan UU 20/2000; 2) biaya SIM-TN sebagaimana diatur dalam Perda
             19/2001 yang kemudian direvisi dengan Perda 10/ 2004; dan 3) biaya
             PNBP dalam Kegiatan Pelayanan Penetapan Hak berdasarkan PP 46/2002
             tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
             berlaku pada Badan Pertanahan Nasional. Tiga macam pungutan tersebut
             berlangsung sampai pertengahan tahun 2014 ini berbarengan dengan
             diberhentikannya layanan SIM-TN. Bahkan ketika diberlakukan Undang-
             undang Nomor 28 Tahun 2009 (UU 28/2009) tentang Pajak Daerah
             dan Retribusi Daerah, dan PP Nomor 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan
             Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan
             Pertanahan Nasional, retribusi SIM-TN masih saja berlangsung.

                   UU 28/2009 diundangkan dengan pertimbangan bahwa dalam rangka
             meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian daerah, maka
             perlu dilakukan perluasan objek pajak daerah dan retribusi daerah, dan
             pemberian diskresi dalam penetapan tarif. Dalam ketentuan perundang-
             undangan tersebut, BPHTB merupakan pajak daerah Kabupaten/Kota.
             Ketentuan yang mengatur BPHTB diatur dalam Pasal 85 sampai dengan
             93. UU itu juga memerintahkan Menteri Keuangan bersama-sama Menteri
             Dalam Negeri mengatur tahapan persiapan pengalihan BPHTB sebagai
             Pajak Daerah paling lama 1 tahun sejak berlakunya UU itu (UU 28/2009
             mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2010). Sebagai pelaksanaan dari UU
             28/2009 telah diterbitkan Perda di masing-masing Kota/Kabupaten.
                   Dengan berlakunya UU 28/2009 yang menetapkan bahwa BPHTB
             menjadi Pajak Daerah, maka tidak ada alasan hukum yang menjadi
             dasar bagi Pemko Tarakan untuk memungut biaya penerbitan SIM-TN.
             Ketentuan lain yang melarang adanya pungutan berupa uang pemasukan
             kepada Negara dalam kegiatan pelayanan penetapan/pemberian hak atas
             tanah Negara kepada masyarakat adalah PP 13/2010 tentang Jenis dan
             Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan
             Pertanahan Nasional.

                   Mensikapi terbitnya kedua ketentuan yang menyangkut pungutan
             terhadap pemberian hak atas tanah Negara, maka Pemko Tarakan telah
             menerbitkan Perda baru pada tahun 2014, sebagai pengganti Perda SIM-
             TN, yaitu Perda tentang Surat Keterangan Penguasaan Fisik Bidang Tanah
             (SKFBT). Menyadari adanya pungutan ganda yang harus dibayar oleh




                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  589
   615   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625