Page 623 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 623
tidak dapat diamati oleh mata telanjang. Bahkan ketika pihak Kantah
mencoba mentransformasi dan menumpangsusunkan peta tersebut dengan
Peta Pendaftaran Tanah, ternyata secara geometris terdapat penyimpangan
yang sangat berarti.
Mengingat Peta Pendaftaran yang ada di Kantah merupakan
0
hasil proyeksi Transverse Mercator 3 (TM-3), dan Peta Rencana Pola
Ruang tersaji dalam proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM),
penyimpangan geometris itu memang suatu keniscayaan. Tetapi jika
memperhatikan bahwa Kota Tarakan terletak tidak jauh dari garis ekuator
dan melihat penyimpangan yang begitu besar dan bervariasi, dari tingkat
meter hingga puluhan meter, maka perlu dipertanyakan kualitas geometris
Peta Rencana Pola Ruang. Kondisi ini kemungkinan besar ditimbulkan
dari dasar pembuatan peta, dalam arti ’peta dasar’ yang digunakan untuk
menyusun Peta Rencana Pola Ruang kurang teliti dan akurat.
Pihak Kantah sekarang masih menunggu lahirnya Peta Rencana
Detail Tata Ruang Kecamatan (RDTRK) yang akan disusun dalam waktu
dekat. Mudah-mudahan peta-peta tersebut secara geometris akan sinkron
dengan Peta Pendaftaran, dan representatif untuk pelayanan SIM-TN.
Peta tunggal ini sangat penting untuk kontrol lahirnya SIM-TN, seperti
mencegah lahirnya SIM-TN ganda, SIM-TN lahir di sebagian tanah yang
sudah diterbitkan SIM-TN, SIM-TN yang lahir di area terlarang, SIM-TN
yang lahir di atas bidang bersertipikat, dan sebagainya.
Tetapi jika ternyata peta-peta tersebut tidak sinkron secara geometris,
maka langkah rubber-sheeting atas peta-peta RDTRK perlu dilakukan bagian
demi bagian daripada peta, sehingga edge matching tercapai antara dua peta
yang ditumpangsusunkan. Tidak jauh berbeda dengan ketidaksinkronan
peta-peta di atas, peta-peta WKP yang dihasilkan dari pengukuran pihak
Pertamina ternyata juga memiliki permasalahan geometris yang sama,
bahkan penyimpangannya lebih besar daripada peta Rencana Pola Ruang,
sehingga teknik rubber-sheeting kemungkinan akan menjadi solusinya.
Dalam pekerjaan rubber-sheeting ini diperlukan sejumlah titik sekutu.
Pengadaan titik sekutu bisa dilakukan dengan relatif cepat jika tersedia
piranti pendigit bumi dengan ketelitian dan akurasi yang memadai.
Sementara ini, teknologi penentuan posisi sebagai pendigit bumi yang
handal dalam pekerjaan pengukuran kadastral adalah CORS (Continuosly
Operating Reference System). CORS yang berbasis teknologi penentuan
592 Hubungan Keagrariaan

