Page 626 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 626

mampu mencegah pemohon jika tanda batas yang dipasangnya melampaui
             tanahnya, seperti mengokupasi kawasan lindung dan sebagainya. Harus bisa
             mengarahkan dan menjelaskan kepada pemohon, bahwa patok batas yang
             dipasang kiranya cukup atau belum dalam merepresentasikan dimensi dari
             bidang tanah yang dimohon.
                   Saat ini Kota Tarakan telah memiliki tiga tenaga terampil dalam
             pengukuran dan pemetaan kadastral alumni DI-PPK STPN. Dua orang
             telah dilibatkan sebagai tenaga lapangan dalam pembuatan SIM-TN,
             sedangkan satu orang lagi belum. Alangkah sayang jika tenaga terampil
             dan berlisensi dalam pengukuran dan pemetaan kadastral tersebut tidak
             dimanfaatkan untuk pekerjaan penting SIM-TN yang selama ini dalam
             praktiknya mempunyai banyak kelemahan dan belum mampu menciptakan
             kepastian hukum sebagai ’alas hak’.
                   Kaderisasi petugas lapangan kiranya mendesak untuk dilaksanakan
             melalui pelatihan/pendidikan. Pendidikan dan pelatihan yang cocok
             untuk para calon petugas itu adalah program pendidikan Pengukuran dan
             Pemetaan Kadastral. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang
             merupakan pendidikan kedinasan pertanahan, selama ini telah mencetak
             ahli pratama dalam pengukuran dan pemetaan kadastral melalui program
             pendidikan satu tahun. Walau pun STPN berstatus kedinasan, peserta
             didiknya berasal dari kalangan umum, dan beberapa tahun belakangan
             ini menerima juga peserta didik utusan beberapa Pemda melalui jalur
             kerjasama. Program DI-PPK STPN banyak diminati oleh Pemda, sehingga
             dalam penerimaan peserta didik perlu memperhatikan urgensi daerah dalam
             pelayanan pertanahan.
                   Lulusan DI-PPK STPN berpeluang menjadi Asisten Surveyor
             Berlisensi jika lulus ujian yang diadakan BPN RI, sehingga jika mereka
             berstatus pegawai Pemda yang mengurusi SIM-TN, bisa diperbantukan
             pula dalam mendukung pendaftaran tanah di Kantah. Dengan terlebih
             dahulu magang pekerjaan sekitar 6 bulan di Kantah, mereka dilatih untuk
             menyesuaikan dengan piranti dan mekanisme yang ada di Kantah. Setelah
             itu mereka bisa melakukan pekerjaan pengukuran kadastral secara mandiri
             dengan mengikuti mekanisme Kantah.
                   Hanya patut disayangkan bahwa para pegawai tugas belajar utusan
             Pemko Tarakan yang belajar di DI-PPK STPN yang telah lalu sudah
             berumur, atau telah melewati masa emasnya sebagai petugas ukur




                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  595
   621   622   623   624   625   626   627   628   629   630   631