Page 629 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 629

dilakukan pengadaan CORS sebagai piranti penentuan posisi batas bidang
            untuk mendaratkan bidang tanah yang ’melayang’.
                 Di masa mendatang jika sumberdaya manusia telah siap, dengan
            CORS pula dapat dilakukan pengukuran batas-batas bidang tanah guna
            keperluan penerbitan SIM-TN dan/atau pendaftaran tanah. Rekonstruksi
            batas juga dapat dilaksanakan dengan waktu yang relatif singkat jika
            sewaktu-waktu tanda batas hilang. Terjaminnya lembaga rekonstruksi batas
            ini merupakan syarat bagi kepastian objek hak dalam pendaftaran tanah,
            dan berguna sebagai kontrol atas kemungkinan-kemungkinan ekspansi/
            okupasi ilegal di area-area yang dinyatakan terlarang.
                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah menganggap
            dengan memiliki SIM-TN maka bidang tanah yang dikuasainya akan
            dapat didaftarkan ke Kantah, karena SIM-TN adalah ’alas hak’. Dengan
            memiliki SIM-TN, arah keinginan dari masyarakat adalah sertipikasi.
            Dengan demikian, di masa mendatang mekanisme penerbitan SIM-TN
            dan pendaftaran tanah sebenarnya bisa diatur kembali agar pelayanan
            kepada masyarakat berjalan efektif dan efisien, sehingga akan semakin
            memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan haknya dengan biaya yang
            murah dan waktu pengurusan yang relatif singkat. Untuk mewujudkan
            efisiensi dan efektivitas tersebut, pengurusan SIM-TN bisa dijadikan satu
            paket dengan sertipikasi, dengan syarat bahwa kondisi penyelenggara telah
            siap betul dengan mekanisme itu.

                 Persyaratan yang perlu dipenuhi adalah petugas lapangan SIM-
            TN juga merupakan petugas pendaftaran tanah dari Kantor Pertanahan
            atau Asisten Surveyor Pertanahan (Berlisensi) yang telah tune in dengan
            pekerjaan pendaftaran tanah, dan mampu melaksanakannya. Dengan
            terlebih dahulu magang selama 6 bulan di Kantah, para Asisten Surveyor
            itu akan memahami dan mampu melaksanakan pengumpulan data yuridis
            dan data fisik bidang tanah. Persyaratan berikutnya adalah telah tercipta
            peta tunggal yang menyajikan bidang-bidang tanah yang telah bersertipikat
            dan bidang-bidang tanah yang baru keluar SIM-TN-nya. Melalui peta
            tunggal inilah semua permohonan SIM-TN dan pendaftaran tanah dapat
            dilakukan dengan pengendalian yang baik.
                 Dalam pekerjaan pengumpulan data yuridis nantinya, dilakukan
            penyelidikan riwayat tanah dan penetapan batas dengan mengisi formulir
            standar BPN RI, yaitu daftar isian 201. Berikutnya, dalam pekerjaan




            598      Hubungan Keagrariaan
   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634