Page 624 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 624

posisi melalui satelit GNSS (Global Navigation Satellite System) menyajikan
             posisi secara real time dengan akurasi berkisar centimeter dalam capaian fix
             solution. Pengoperasian piranti ini cukup praktis dan sederhana, di mana
             base station dipasang di lingkungan Kantah yang bisa melayani beberapa
             rover yang bergerak mendigit bumi secara simultan dalam radius hingga
             30 kilometer. Koneksi antara base station dan rover melalui internet untuk
             mengirim data koreksi dalam format RTCM (Radio Technical Commission
             for Maritime Service) atau yang disebut NTRIP (Networked Transport of
             RTCM via Internet Protocol). Rover yang menerima data koreksi itu akan
             menampilkan data posisi batas-batas area secara akurat dan real time. CORS
             yang dibangun akan terkoneksi dengan Jaring Referensi Satelit Pertanahan
             (JRSP) yang membentuk Spider Web yang telah dibangun BPN RI dengan
             stasiun master-nya di Kantor BPN RI Jakarta. Untuk area-area yang sulit
             didapatkan layanan sinyal internet dari provider, posisi dapat diperoleh
             melalui post processing daripada raw data dalam format RINEX (Receiver
             Independent Exchange), yang mana data koreksinya dapat diminta dari
             layanan on-line pada Spider Web BPN RI.
                   Hingga saat ini, batas-batas area yang dinyatakan terlarang bagi
             terbitnya SIM-TN kebanyakan masih belum ada tanda batas fisiknya di
             lapangan. Pada kawasan hutan lindung walau pun terdapat beberapa tugu
             pancang sebagai batas kawasan, tetapi jaraknya masih terlalu berjauhan
             dan tidak merepresentasikan kondisi lekuk-liku area kawasan. Di tepian
             sungai maupun pantai hampir-hampir tidak ada tugu pancang penanda
             garis sempadan. Tanda batas sempadan yang paling banyak dijumpai
             adalah tugu GSB yang berjajar cukup teratur di sepanjang tepian jalan raya
             maupun jalan-jalan perkampungan, terutama di daerah-daerah yang akan
             dikembangkan atau jauh dari pusat kota.
                   Pemasangan tanda batas ini sangat penting artinya dalam menandai
             area yang diperbolehkan untuk dibuka/dibangun dan mana yang tidak,
             atau mana yang boleh diterbitkan SIM-TN dan mana yang tidak dengan
             merujuk pada arahan tata ruang. Demarkasi WKP dan AMAL juga tidak
             jelas di lapangan karena minimnya tiang/tugu pancang batas area. Ketegasan
             batas merupakan syarat jika diinginkan kondisi yang bebas daripada konflik
             atau pun sengketa. Untuk mencapai ketegasan batas itu perlu dijamin
             dengan pengukuran secara kadastral, dan dituangkan pada peta-peta
             dalam sistem referensi dan proyeksi yang tunggal. Dari peta tunggal inilah
             para pihak dapat melakukan koordinasi dalam pekerjaan-pekerjaan teknis


                    Permasalahan Surat Ijin Memakai Tanah Negara Sebagai ‘Alas Hak‘...  593
   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629