Page 621 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 621

masyarakat terhadap permohonan hak atas tanah Negara, maka Perda yang
            baru itu telah menghapus biaya penerbitan SKFBT. Dengan demikian
            semua pungutan yang menyangkut permohonan hak atas tanah Negara,
            kecuali BPHTB, dihapuskan.
                  Perda tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa untuk
            menjamin kepastian hukum di bidang penguasaan fisik bidang tanah,
            bagi yang belum memiliki sertipikat tanah atau yang tidak tersedia secara
            lengkap alat-alat pembuktian berupa bukti tertulis maupun bentuk lain
            yang dapat dipercaya, maka pembuktian kepemilikan dapat dilakukan
            berdasarkan bukti penguasaan fisik yang dilakukan oleh pemegang hak
            atau pendahulunya.
                 Implikasi dari Perda ini bagi masyarakat yang mengajukan sertipikat
            atas tanah negara di Kota Tarakan di masa mendatang harus dibuktikan
            dengan penguasaan fisik berupa SKFBT. Pertimbangan yang dikemukakan
            dalam penerbitan Perda tentang SKFBT semata-mata mengacu pada PP
            24/97 tentang Pendaftaran Tanah jo. PMNA/KBPN 3/1997 tentang
            Ketentuan Pelaksanaan PP 24/97, yang mana dalam Pasal 76 ayat (3) diatur
            tentang penguasaan fisik bidang tanah yang alat bukti tertulis kepemilikan
            tanah tidak dipunyai oleh pemohon.




































            590      Hubungan Keagrariaan
   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626