Page 625 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 625

kadastral, termasuk juga dapat dipergunakan untuk koordinasi dalam
            mengambil kebijakan perubahan peruntukan/penggunaan tanah.
                 Permasalahan lama di Kantah yang hingga kini belum kunjung
            selesai adalah banyaknya bidang-bidang tanah yang telah terdaftar tetapi
            belum berhasil ’didaratkan’ di muka Peta Pendaftaran. Jumlah bidang tanah
            dimaksud sekitar 10.000 bidang. Kebanyakan adalah hasil pendaftaran
            tanah di waktu lampau ketika Tarakan masih merupakan bagian daripada
            wilayah administrasi Kabupaten Bulungan. Memperhatikan kondisi
            penguasaan tanah di Kota Tarakan yang telah demikian kompleks,
            dan implementasi kebijakan SIM-TN ternyata juga telah menambah
            permasalahan pertanahan, pekerjaan untuk mendaratkan bidang-bidang
            tanah tersebut menjadi urgen dilaksanakan. Dengan mendaratkan bidang
            tanah’melayang’ pada peta tunggal, maka lahirnya SIM-TN di atas bidang
            tanah bersertipikat dan/atau sertipikasi ganda dapat dielakkan. Pada
            pekerjaan ini akan efektif jika didukung oleh piranti CORS.



            2.   Membenahi Sumberdaya Manusia
                 Sebagaimana telah dipaparkan pada bab VI bahwa para petugas
            pelaksana teknis lapangan dalam pembuatan SIM-TN adalah tenaga tanpa
            kualifikasi yang jelas. Seyogyanya, mereka yang mengambil data di lapangan
            adalah tenaga-tenaga terampil di bidang kadastral. Tenaga terampil kadastral
            yang terdidik mempunyai kualifikasi khusus dalam mengumpulkan dan
            meneliti data yuridis dan data fisik bidang tanah. Penelitian data yuridis
            atas suatu bidang tanah membutuhkan pengetahuan tentang bukti-bukti
            penguasaan, dan keahlian dalam mengumpulkan informasi penguasaan
            tanah dari para narasumber di lapangan. Dengan kata lain, petugas kadastral
            mempunyai integritas dan profesionalitas dalam bekerja, mampu dan berani
            memutuskan apakah bukti atau suatu pernyataan absah/benar atau tidak.
                 Demikian pula dalam mengambil data fisik bidang tanah, pengetahuan
            spasial dari pengumpul data dituntut untuk menuangkan bidang tanah itu
            secara relatif keruangan, yang meliputi letak, orientasi, dimensi, dan cara
            penyajiannya. Petugas harus bisa mencegah adanya SIM-TN ganda yang
            lahir atas sebuah bidang tanah atau sebagian daripada bidang tanah itu.
            Asas kontradiktur delimitasi yang merupakan syarat dalam penetapan batas,
            mutlak harus dilakukan di lapangan dengan menghadirkan para pihak
            yang berkepentingan atas batas-batas suatu bidang tanah. Petugas harus



            594      Hubungan Keagrariaan
   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629   630