Page 622 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 622

BAB  VII



                   sOLUsi ATAs PERMAsALAHAN












             1.    Penyelenggaraan Peta Tunggal, CORS, dan Pemasangan Tugu
                   Batas
                   Kebijakan SIM-TN merupakan salah satu bentuk kemauan
             yang mulia dari Pemko Tarakan dalam mengatur ruang daratan untuk
             kemaslahatan bersama. SIM-TN yang menjadi bagian daripada tata
             administrasi pertanahan di Kota Tarakan secara implisit telah disebut dalam
             Perda 4/2012 tentang RTRW Tahun 2012 – 2032 Kota Tarakan. Hanya
             sayang, SIM-TN ini belum disebut secara eksplisit dalam Perda dimaksud
             sebagai salah satu perijinan yang terkait pemakaian ruang. Pasal 76 Perda
             itu hanya menyebut: a) Izin Prinsip; b) Izin Lokasi; b) Izin Penggunaan
             dan Pemanfaatan Tanah; dan d) Izin Mendirikan Bangunan. Hal ini telah
             berimplikasi bahwa bidang-bidang tanah yang akan atau telah diterbitkan
             SIM-TN belum dikonfrontir/dirujukkan secara teknis dengan Peta Rencana
             Pola Ruang.
                   Di sisi lain, Perda tentang SIM-TN menyebutkan bahwa SIM-
             TN tidak diperbolehkan melanggar RTRW. Dalam arti yang demikian,
             diperlukan sinkronisasi spasial berupa aturan ketegasan di mana
             diperbolehkan lahir SIM-TN, dan di mana tidak diperbolehkan. Dalam
             hal ini, Peta Rencana Pola Ruang yang telah mengatur dan memintakatkan
             wilayah Kota Tarakan sesuai arahan peruntukan dan penggunaannya
             tentu harus diacu dalam menerbitkan SIM-TN. Ditinjau dari tingkat
             kerinciannya, peta itu kurang representatif untuk kontrol pelayanan SIM-
             TN karena disajikan dalam skala kecil, yaitu 1:25.000. Sebagai gambaran,
             jarak 1 meter di lapangan hanya tersaji 0,04 mm di peta, hampir-hampir



                                                                             591
   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627