Page 631 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 631
penggunaan/pemanfaatan, dan luasan bidangnya. Sajian spasial berupa
peta bidang-bidang tanah dapat dibuat dalam format PDF dengan skala
yang lebih kecil.
Institusi Kadaster 2014 mengamatkan kepada para penyelenggara
kadaster untuk memanfaatkan teknologi informasi/digital untuk
memudahkan dalam pekerjaan pelayanan kepada masyarakat. Terkait
dengan pelayanan pengukuran beserta pemetaannya, teknologi ’cloud
storage’ dapat diaplikasikan untuk kepraktisan penyimpanan, kemudahan
komunikasi dan transfer data pengukuran antara petugas ukur dan Kantah,
petugas ukur dapat mengirim data pengukuran dan gambar bidang
tanahnya ke Kantah dalam hitungan detik. Pekerjaan pengukuran dapat
ditugaskan oleh Kantah ke petugas ukur yang membawa piranti tablet,
di mana job diterima dan disajikan secara keruangan melalui layar tablet.
Kadaster 2014 juga mengamatkan bahwa peta-peta kadastral beserta
informasinya di kemudian hari akan sangat bermanfaat bagi perencanaan
pembangunan wilayah. Peta-peta kadaster akan mempunyai fungsi yang
multiguna (multi-purpose), tidak hanya untuk keperluan tenurial dan
perpajakan, tetapi akan mencantumkan segenap unsur/tema informasi
yang mendukung pembangunan wilayah. Melalui peta-peta kadaster skala
rinci tersebut, perencanaan pembangunan wilayah dapat dilakukan dengan
sangat baik dan terukur secara spasial. Di masa mendatang, peta-peta
kadaster bukan lagi peta yang hanya diarsip di instansi BPN, sekarang hanya
menunggu waktu perubahan mekanismenya dan kelayakan daripada peta
kadaster untuk digunakan sebagai bahan yang diacu dalam perencanaan
pembangunan sebagaimana telah dilakukan di negara-negara maju dan
sebagian kecil negara berkembang.
600 Hubungan Keagrariaan

