Page 603 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 603
6) dasar pengendalian pemanfaatan ruang dalam penataan/
pengembangan wilayah kota yang meliputi penetapan peraturan
zonasi, perijinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta pengenaan
sanksi; dan
7) acuan dalam administrasi pertanahan.
Selanjutnya dalam Pasal 6 Perda itu disebutkan bahwa tujuan
penataan ruang wilayah itu adalah untuk mewujudkan Kota Tarakan
sebagai kota pusat perdagangan dan jasa serta pusat pelayanan umum yang
berkualitas menuju masyarakat yang berdaya saing tinggi dan sejahtera
dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup demi keberlanjutan
pembangunan. Untuk mewujudkan hal itu, ditentukan kebijakan penataan
ruang wilayah yang antara lain terdiri dari pelestarian kawasan lindung,
pengembangan kawasan budidaya, serta pengembangan dan peningkatan
fungsi kawasan pertahanan dan keamanan negara.
Dalam Pasal 10 disebutkan strategi pelestarian kawasan lindung, yaitu
meliputi: a) mewujudkan kawasan berfungsi lindung sesuai dengan kondisi
ekosistemnya; dan b) mengembalikan (memulihkan) dan meningkatkan
fungsi kawasan lindung yang telah menurun akibat berkembangnya kegiatan
budidaya dalam rangka mewujudkan dan memelihara keseimbangan
ekosistem wilayah. Kawasan lindung ini meliputi: 1) kawasan hutan
lindung; 2) kawasan resapan air; 3) kawasan sempadan pantai dan sungai;
4) kawasan sekitar sumber air baku/waduk; 5) kawasan pantai berhutan
mangrove; 6) kawasan cagar budaya; 7) kawasan rawan bencana longsor,
banjir/genangan; dan 8) kawasan ruang terbuka hijau (RTH).
Kawasan hutan lindung di Kota Tarakan berada di Kelurahan
Kampung Satu/Skip Kecamatan Tarakan Tengah, Kelurahan Kampung
Enam di Kecamatan Tarakan Timur, Kelurahan Karanganyar di Kecamatan
Tarakan Barat, Kelurahan Juata Laut dan Kelurahan Juata Kerikil di
Kecamatan Tarakan Utara, dengan luas keseluruhan 6.997 Ha. Kawasan
resapan air tersebar di kawasan-kawasan hutan lindung. Untuk melindungi
kawasan hutan lindung tersebut, telah dipasang tugu-tugu batas dengan
interval yang belum mencerminkan lekuk-liku daripada kawasan. Bentuk
dan pemasangan tugu batas tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini,
572 Hubungan Keagrariaan

