Page 697 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 697

making, melainkan juga diberi otonomi akademis untuk melakukan
                 pengembangan kajian agraria yang bersifat holistik dan komprehensif.
            5.   Di level kebijakan, aransemen perumusan dan pengambilan kebijakan
                 agraria mestinya juga bertolak dari pengertian bahwa agraria
                 adalah sebuah sistem, sehingga kebijakan agraria seharusnya tidak
                 dirumuskan secara tersektoralisasi sebagaimana yang kini masih
                 berlangsung.

                 Karena daya jangkau hasil kajian ini masih belum cukup jauh dalam
            meringkus dan merumuskan state of the art ilmu agraria Indonesia, idealnya
            kajian ini terus ditindaklanjuti dengan sejumlah proyek lanjutan. Beberapa
            proyek yang urgen dan paling feasible untuk semakin memperjelas rumusan
            state of the art ilmu agararia di antaranya sebagai berikut:

            1.   Penyusunan sebuah buku karya lengkap terpilih yang menghimpun
                 artikel-artikel dari sejumlah ahli yang telah coba menuliskankajian
                 agraria secara reflektif-filosofikal yang terbit baik sebelum maupun
                 sesudah Proklamasi, hingga ke masa terkini. Para ahli yang
                 karangannya ditelisik dan kemudian dihimpun bisa berasal dari
                 berbagai disiplin ilmu (hukum, geografi, politik, ekonomi, sejarah,
                 geodesi, dll.), sejauh topik yang mereka tuliskan beririsan dan terkait
                 dengan soal agraria dalam pengertian sebagai sebuah sistem tadi. Buku
                 ini, yang sifatnya readings, akan memberikan panduan sekaligus bisa
                 menjadi obyek riset mengenai apa yang sudah dicapai oleh kajian
                 agraria yang selama ini berkembang di Indonesia. Buku yang bisa
                 dijadikan model, misalnya, adalah buku yang disusun Herbert Feith
                 dan Lance Castles, “Pemikiran Politik di Indonesia 1945-1965”
                 (1988).
            2.   Mulai disusun buku-buku karya lengkap dari para pemikir utama
                 kajian agraria di Indonesia, seperti Moch. Tauchid, Sajogyo, Gunawan
                 Wiradi, dan lain-lain, terutama untuk menghimpun karangan mereka
                 yang berserak dan belum pernah dibukukan secara padu. Karangan
                 yang dikumpulkan terutama yang membahas dan terkait dengan soal
                 agraria.









            666      Ilmu Agraria
   692   693   694   695   696   697   698   699   700   701   702