Page 694 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 694
menyeluruh yang bisa mendinamisir dirinya sendiri bagi pengkajian dan
pengembangan keilmuan agraria dalam dimensi kemenyeluruhannya.
Karena desain ulang kelembagaan keilmuan Agraria sungguh merupakan
prasyarat utama bukan hanya untuk menyeleseikan permasalah agraria
masa lalu yang tak kunjung selesei saja, melainkan juga untuk menjawab
tantangan problem agraria yang semakin komplek seperti isu kelestarian
lingkungan, kapitalisasi lingkungan para aras global, konflik agraria
kontemporer, perubahan iklim, dan deretan isu–isu teranyar lain. Dengan
cara itulah, Kelembagaan pendidikan atau keilmuan agraria bisa menjawab
tantangan–tantangan zaman, dan juga dapat merumuskan keilmuan yang
obyektif, lepas dari vested interested kebijakan dan kelembagaan parokial,
serta bisa memberikan solusi bagi kemakmuran rakyat Indonesia secara luas.
Karena memang idealnya kajian ilmu/keilmuan agraria berada dan
bergerak diantara desakan politik/kebijakan pemerintah dan perkembangan
logika internal diskursus keilmuan itu sendiri. Keilmuan Agraria harus bisa
mandiri untuk merumuskan masalah–masalah, serta tidak membebek dan
tunduk pada logika dan dinamika politik maupun kebijakan pemerintah.
Dengan cara itulah bangun keilmuan agraria yang selama ini kita
pertanyakan bisa terumuskan dalam sebuah kelembagaan keilmuan agraria
yang solid, menyeluruh, dan mandiri, dan sebagai konsekuensinya akan
melahirkan produk keilmuan yang jernih dan bisa mengantarkan bangsa
ini menuju kemakmuran dan keadilan yang dicita–citakan.
Ilmu Agraria Lintas Disiplin 663

