Page 292 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 292

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               karya dan pasaran tenaga kerja di desa. 86  Ide ini berawal dari
               kritik Sajogyo yang merasa resah dengan program KUD (gene-
               ralisasi dari pengalaman empirik di Yogyakarta oleh Prof. Dr.
               Soedharsono dari UGM) yang melakukan pengorganisiran dan
               pemberian kredit justru kepada petani lapis atas. 87  Sayang sekali
               gagasan ini tidak mendapat respons dari khalayak ilmuwan, ter-
               lebih pemerintah kala itu. Sebagaimana disebut dalam bab terda-
               hulu, gagasan ini socially and politically insensible.
                   Pada tahun 1977, pemerintah Orde Baru mulai resah setelah
               mendapat banyak kritik dan demonstrasi besar-besaran. Pemerin-
               tahan presiden Soeharto saat itu merasa perlu menengok kembali
               isu pertanahan setelah didera berbagai protes dalam peristiwa
               Malari. Namun ternyata bukan untuk penataan ulang agar lebih
               berkeadilan yang menjadi perhatiannya, melainkan bagaimana
               pembangunan nasional (industri) mensyaratkan ketersediaan
               tanah. “Maksud dan sifat Laporan Interim dalam tingkat perta-
               ma ialah agar tersedia sebuah gambaran menyeluruh tetapi ring-
               kas-padat yang mencakup permasalahan sekitar arti dan peranan
               tanah dalam rangka umum pembangunan nasional”.  88
                   Meski demikian tim yang dibentuk di bawah koordinasi
               Meneg Riset Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo dan Prof. Dr.
               Widjojo Nitisastro beranggotakan orang-orang yang cukup ahli
               di bidangnya. Di dalam tim terdapat nama Prof. Dr. Ir. Sajogyo,
               Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, Dr. Sediono M.P. Tjondronegoro,
               Prof. Dr. Ir. A.M. Satari (Rektor IPB), Prof. Dr. Sukadji
               Ranuwihardjo (Rektor UGM), Prof. Drs. Iman Soetiknjo, Dr.




                   86  M. M. Billah, dkk., menyebut ide BUBT ini merupakan “gagasan jalan
               keluar”, lihat, M. M. Billah, dkk, “Segi Penguasaan Tanah dan Dinamika Sosial
               di Pedesaan Jawa (Tengah)”, dalam Sediono M.P. Tjondronegoro dan Gunawan
               Wiradi (peny.), Dua Abad Penguasaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di
               Jawa dari Masa ke Masa (Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia/PT. Gramedia,
               1984), hal. 278-282.
                   87  Wawancara dengan Prof. Dr. Sajogyo, Bogor, 21 November, 2008.
                   88  Surat Pengantar Menteri Negara Riset kepada Presiden, dalam Masalah
               Pertanahan, Laporan Interim Menteri Negara Riset Republik Indonesia, Jakarta, 4
               Maret 1978, hal. 3.
                                                                        239
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297