Page 293 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 293

Ahmad Nashih Luthfi


               Mubyarto, Prof. Dr. Ibrahim Hasan (Rektor Unsyiah), Dr. A.T.
               Birowo, Dr. Atje Partadiredja, Dr. Thee Kian Wie, dll. 89
                   Di antara kesimpulan dan saran tim interim yang bekerja
               secara serius ini adalah: masih berlakunya UUPA 1960; perlunya
               penegasan   tentang  struktur  panitia  landreform,  peradilan
               landreform dan anggaran pembiayaannya; dan perlunya peraturan-
               perundangan tentang land to the tiller. 90  Namun nasib pemikiran-
               pemikiran bernas dan solutif ini diabaikan begitu saja oleh
               pemerintah. Sangat diragukan apakah dokumen laporan itu oleh
               Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo kemudian diteruskan kepada
               penggantinya, Dr. Eng. B. J. Habibie. 91
                   Pemesan ternyata mempunyai logika berbeda dengan tim
               peneliti yang berpikiran bahwa keterlibatan dalam perumusan itu
               merupakan “peluang dan kesempatan politik” yang baik untuk
               mendesakkan kembali pemikiran-pemikiran dengan agenda ke-
               bangsaan yang tampak nyata.




                   89  Menurut Gunawan Wiradi, dan dibenarkan oleh Sediono M.P. Tjondro-
               negoro yang kala itu berperran sebagai sekretaris eksekutif Tim, dari 30 nama
               yang tercan-tum, 17 orang sebagai penasehat, 6 orang bagian administrasi, dan
               sisanya (7 orang) yang benar-benar melakukan penelitian. Tidak disebutkan siapa
               saja tujuh orang tersebut. Bahkan dalam SK pengangkatan, beberapa nama yang
               diputuskan sebagai angggota tim tertulis secara salah, termasuk nama Prof. Dr.
               Sartono Kartodirdjo. Dalam tafsiran Gunawan Wiradi, hal ini menunjukkan
               bahwa keberadaan tim dan riset ini hanya berfungsi administratif belaka,
               menggugurkan syarat keterujian, terlebih penyusunan tim dilakukan secara fait
               accompli. Padahal naskah yang dihasilkan benar-benar solid, akademis, dengan
               rekomendasi yang berbobot.
                   90  Simak, Masalah Pertanahan, Laporan Interim Menteri Negara Riset Republik
               Indonesia, Jakarta, 4 Maret 1978. Sebagaimana ditulis kembali oleh Sediono M.P.
               Tjondronegoro yang kala itu adalah juga Sekretaris Eksekutif Tim. Lihat, Sediono
               M.P. Tjondronegoro, “Strategi Implementasi Program Pembaruan Agraria Na-
               sional”, dalam Sediono M.P. Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi, Dua Abad Pe-
               nguasaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa
               (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008 [edisi revisi]), hal. 498. Laporan Interim
               Tim setebal 161 halaman disertai beberapa lampiran itu kemudian diringkas oleh
               Sediono M.P. Tjondronegoro, dengan judul “Ringkasan Laporan Interim, Gam-
               baran tentang Permasalahan Tanah”, dalam Soedjarwo Soeromihardjo, dkk (Ed.),
               Pengabdian Seorang Guru Pejuang Petani (Jakarta: Lembaga Pengkajian Pertanahan
               Indonesia, 2008), hal 3-62.
                   91  Wawancara dengan Prof. Dr. Sediono M.P. Tjondronegoro, Bogor, 20
               November, 2008.
               240
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298