Page 24 - zein otw ebook
P. 24
yang beragam, namun hal tersebut malah dipisah-dipisahkan ketika menjadi RIS.
Bahkan pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara
Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian, Negara Republik
Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur dihasilkan
perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950.
Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan
menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 dan
menganut sistem kabinet parlementer di Indonesia. Sebagai akibat dari pelaksanaan
sitem demokrasi liberal ini adalah kekuatan parlemen yang sangat kuat. Kedudukan
parlemen yang terlalu besar dalam pemeirntahan Indonesia di tahun 1950-1959
membuat Indonesia harus rela mengalami perubahan kabinet sebanyak 7 kali.
Pergantian kabinet sebanyak 7 kali tersebut apakah sebuah prestasi
yang gemilang? Apakah pergantian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia
demokratis? Untuk menjawab pertanyaan tersebut pelajari lebih lanjut mengenai
pelaksanaan Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959).
Demokrasi Liberal disebut juga Demokrasi konstitusional karena sistem
politik yang melindungi secara konstitusional hak–hak individu dari kekuasaan
pemerintah.
Adapun ciri-ciri Demokrasi Liberal di Indonesia adalah:
a. Sistem pemerintahan → Parlementer
b. Terdapat Multi partai → PNI, Masyumi, NU
c. Landasan → UUDS 1950
d. Adanya ketidakstabilan politik
e. Presiden berhak membubarkan DPR
Pelaksanaan Demokrasi Liberal memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap
berbagai aspek kehidupan pemerintahan Indonesia terutama politik dan ekonomi.
Berikut ini penjelasan terkait kehidupan politik dan ekonomi masa demokrasi liberal:
Bidang Politik
Seperti yang telah disampaikan pada materi di atas, dampak dari pelaksanaan demokrasi
liberal adalah munculnya kekuatan parlemen yang sangat besar sehingga menimbulkan
pergantian kabinet yang relatif cepat tanpa menyelesaikan program kerjanya dengan
baik. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai formatur kabinet yang ada pada
masa demokrasi liberal (1950-1959):
1. KABINET NATSIR ( 6 September 1950-21 Maret 1951)
Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh Muhammad Natsir dari
Masyumi. Adapun program kerja dari kabinet Natsir adalah:
a) Menggiatkan atau meningkatkan usaha keamanan dan
ketentraman.
b) Pelaksanaan Pemilu secepatnya
c) Menguatkan konsolidasi dan menyempurnakan
susunan pemerintahan.
d) Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang.
e) Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat
sebagai fondasi ekonomi nasional.
f) Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat
20

