Page 26 - novelku part 2 1
P. 26
“Putri Bona?”
Lamunan Bona buyar. Ia menoleh, lalu kegugupan menghantui
tubuhnya, mendapati Pangeran Yuta dengan wajah yang bisa dibilang
serius, dan bisa saja tidak, dan bukan Pangeran Winwin yang biasanya
akan memanggilnya dengan gembira.
“Oh, y-ya, Pangeran?” Bona langsung menunduk hormat kepada
Pangeran Yuta.
Pangeran Yuta langsung tertawa melihat Bona yang salah tingkah itu.
Bona langsung menunduk malu, apalagi ini Pangeran Yuta.
“Tidak usah terlalu formal, astaga,” kata Pangeran Yuta. “kau terlalu
menggemaskan.”
Apa kata pangeran tadi? Menggemaskan? Apa Bona tidak salah
dengar?
“Aku sudah mendengar dari adikku, kau banyak tanya tentang Putri
Rose,” kata Pangeran Yuta dan berdiri disebelah Bona, lalu
menyenderkan dirinya ke pembatas balkon itu. “kau sangat ingin
tahu?”
Bona melihat kearahnya dan mengangguk, “ya, sepertinya kalian
membencinya.”
“Memang, kami berdua membencinya, sedangkan ayah dan ibu sangat
menyayanginya, mereka tidak tahu apa rencana Kerajaan Arthemeis,”
kata Pangeran Yuta dan menghela nafasnya. “mereka hanya
mementingkan wanita cantik.”
“Ada apa sebenarnya? Dan ‘memanfaatkan’?” Bona mengerutkan
dahinya tidak mengerti.
“Ya, aku akan menceritakan cerita sebenarnya,” kata Pangeran Yuta
dan berdiri tegak, “sebenarnya sifatnya itu gampang sekali ditebak dari
wajahnya, cantik tapi licik.”
26

