Page 280 - AR DPBM-2016--SMALL
P. 280

Ikhtisar Utama              Laporan Manajemen         Profil Dana Pensiun Bank Mandiri

                       Key Financial Highlights       Management Report          Dana Pensiun Bank Mandiri Profile
















                 Penambahan sub modul untuk Modul Investasi dan      The addition of sub modules to the Investment Module
                 peremajaan terhadap beberapa Infrastruktur TI di   and  the  rejuvenation  of  some  IT  Infrastructure  within
                 lingkungan DPBM juga dilakukan sebagai upaya     DPBM have also been made in an effort to encourage
                 mendorong pengelolaan data dan informasi di lingkup   data and information management in DPBM. Every
                 DPBM. Setiap pengembangan sistem informasi DPBM   DPBM information system development is carried out by
                 dilakukan penjaminan mutu (quality assurance) untuk   quality assurance to strive for conformity with established
                 mengupayakan  kesesuaiannya  dengan  prosedur  yang   procedures. Any information system development goes
                 ditetapkan. Setiap pengembangan sistem informasi   through approval by the quality assurance function before
                 melalui persetujuan fungsi penjaminan mutu sebelum   being  transferred  to  the  operational  area.  The  quality
                 dipindahkan ke lingkungan operasional. Fungsi penjaminan   assurance function performs a quality assessment of
                 mutu melakukan penilaian kualitas piranti keras dan piranti   hardware and software in accordance with established
                 lunak sesuai dengan standar yang ditetapkan.     standards.

                 Dalam mengembangkan teknologi sistem informasi dan      In  developing  new  information  and  software  system
                 perangkat lunak baru, DPBM mengupayakan bahwa    technology, DPBM endures that the application of the
                 penerapan sistem informasi dan teknologi baru tidak   new information and technology system does not disturb
                 mengganggu kesinambungan sistem informasi DPBM.   the continuity of DPBM information system. Prior to
                 Sebelum menerapkan sistem informasi manajemen    implementing the new management information system,
                 yang  baru,  DPBM  telah  melakukan  pengujian  untuk   DPBM conducts testing to ensure that the process
                 mengupayakan bahwa proses dan keluaran (output) yang   and output generated has been through an effective
                 dihasilkan telah melalui proses pengembangan, pengujian   and accurate process of development, testing and re-
                 dan penilaian kembali secara efektif dan akurat.  evaluation.

                 Sebagai bagian dari sistem informasi Manajemen      As  part  of  the  Risk  Management  information  system,
                 Risiko, DPBM menempatkan  data center sesuai dengan   DPBM has prepared a data center in accordance with the
                 ketentuan. Unit Teknologi dan Informasi memantau kinerja   provisions. The Information Technology Unit periodically
                 dan utilisasi piranti keras dan piranti lunak di Data Center,   monitors the performance and utilization of hardware
                 secara berkala untuk menjamin bahwa seluruh perangkat   and software in the Data Center, to ensure that all devices
                 tersebut dapat beroperasi sebagaimana mestinya.   are  operating  properly.  As  part  of  IT  Planning,  DPBM
                 Sebagai bagian dari IT Planning, DPBM telah melakukan   has separated server storage locations to store daily
                 pemisahan lokasi penyimpanan server untuk menyimpan   transactions with server backups. This is in line with the
                 transaksi harian dengan  backup server. Hal ini sejalan   DPBM Business Continuity Plan (BCP) program in the
                 dengan program Business Continuity Plan (BCP) dari DPBM   form of operational risk mitigation for the possibility of
                 berupa mitigasi risiko operasional terhadap kemungkinan   undesirable events (such as fire, earthquake disaster, etc.).
                 terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (seperti kebakaran,
                 bencana gempa bumi, dan lain-lain).

              5.  Sistem pengendalian intern yang menyeluruh.  5.   Comprehensive internal control system.
                 Penerapan pengendalian internal dimulai dari penetapan      Implementation  of  internal  control  starts  from  the
                 kebijakan dan strategi yang tertuang pada rencana   establishment of policies and strategies contained in the
                 kerja dan rencana investasi yang telah ditetapkan dan   work plan and investment plans that have been established
                 mendapatkan pengesahan dari Dewan Pengawas.      after approval from the Supervisory Board. Work plans and
                 Rencana kerja dan rencana investasi dirancang untuk dapat   investment plans are designed to identify risks that may
                 mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi DPBM,   affect DPBM, so that DPBM can manage risks that arise
                 sehingga DPBM dapat mengelola risiko yang timbul sesuai   according to the risk tolerance.
                 dengan batasan risiko yang ditetapkan (risk tolerance).












    280           Laporan Tahunan 2016 Annual Report | Dana Pensiun Bank Mandiri
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285