Page 140 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 140
Kiai Ahmad Masduki | Kiai bagi Semua Lapisan Masyarakat
remaja tak luput dari hirur pikuk masa remaja yang kelabu. Se-
bagai remaja yang senantiasa ingin memperlihatkan eksistensin-
ya, Masduki remaja pernah terlibat dalam tawuran antar remaja.
Tawuran yang senantiasa memakan korban dipandang sebagai
representasi dari kelaki-lakian sampai saat ini.
Tidak hanya itu perilaku buruk seperti mengganggu imam mas-
jid, bahkan mengambil buah ketimun dan mangga dijalaninya.
Namun bagi Masduki remaja hal itu tidak bisa ia lakukan karena
akan memberi efek yang tidak baik bagi masa depannya. Pada
akhirnya setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), Mas-
duki remaja pernah jadi anak gelandangan selama setahun degan
anak jalanan di luar daerah.
Menjadi gelandangan mungkin menjadi pilihan jalan hidup bagi
Masduki remaja. Ternyata perilaku Masduki ramaja diketahui
oleh orang tuanya dengan serta merta memutuskan untuk men-
gantarkan Masduki remaja ke pesantren untuk belajar dan me-
nimba ilmu agama Islam dari para asatidz dan Kiai. Selain itu
juga agar Masduki remaja tidak terlibat dalam perilaku buruk
yang dapat merusak nama baik keluarganya.
Masuknya Masduki remaja ke pesantren selain dari keinginan
orang tua juga karena paksaan dari saudara-saudaranya. Pada
akhirnya, sebagai anak yang penurut, maka Masduki remaja ma-
suk Pesantren Sirajuth Thalibin.
Kehidupan baru di lingkungan pesantren ia jalani dengan penuh
suka duka. Adaptasi ia lakukan hari demi hari sampai ia betah
dan enggan untuk pulang ke rumah orang tuanya.Ia menyadari
bahwa kehidupan di lingkungan pesantren sangat berbeda den-
gan kehidupan di luar pesantren.
| 126

