Page 229 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 229
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
kan modal utama yang harus dibangun. Hal lain yang tidak ka-
lah pentingnya adalah membangun nuansa kebersamaan antar
santri maupun asatidz di lingkungan pesantren Ash-Shidiqiyah,
menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di an-
tara mereka.
“Berawal dari perasaan nyaman inilah, dedikasi dan rasa memi-
liki terhadap lembaga akan muncul. Sehingga, rasa tanggung
jawab memajukan lembaga pun terpupuk dengan maksimal,”
papar Hasan.
Organisatoris NU
Meski setiap hari Hasan harus mendampingi para santri di pon-
dok pesantren, namun aktivitas keorganisasiannya di NU tidak
pernah ditinggalkan. Pada tahun 2006, ia menerima amanat se-
bagai Wakil Katib NU Jawa Barat. Selang setahun, bertepatan
dengan pergantian kepengurusan PCNU kabupaten Karawang,
ia terpilih untuk mengemban amanat sebagai Rais Syuriah. Wa-
laupun usianya saat itu baru 29 tahun, namun para kyai yang
lebih sepuh merasa bangga dengan kemampuan yang dimiliki.
Bukan hanya fasih di bidang ilmu agama, Hasan juga mum-
puni dalam memberdayakan masyarakatpun. Sebagai pimpinan
tertinggi di PCNU Karawang. berbagai program dia gulirkan.
Antara lain pendirian koperasi berbasis jamaah majelis ta’lim,
serta pendirian BMT untuk membangun ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, pembinaan dan pendampingan merupakan kunci
utama dalam membangun ekonomi masyarakat.
“Seberapapun modal yang diberikan kepada masyarakat untuk
menumbuhkan dan meningkatkan jiwa wirausaha, jika tidak
dibarengi dengan pembinaan dan pendampingan yang kontinyu,
| 215

