Page 305 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 305

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Memiliki pengetahuan agama yang luas dan berakhlak karimah,
            sehingga mampu menjadi panutan bagi semua orang. Keinginan
            ini ditanamkan ayahnya dengan tekun dan rajin membimbing
            anaknya  untuk rajin  menjalankan  ibadah.  “Beliau  selalu  rajin
            memberikan  contoh kepada kita untuk disiplin menjalankan
            ibadah shalat lima waktu, shalat sunnat, puasa, membaca dan
            menulis Al Qur’an dan berperilaku penyayang kepada sesama
            makhluk Allah,” tegasnya.


            Ayah Arsyad memang bukanlah seorang ulama, melainkan orang
            biasa. Tetapi ia mempunyai cita-cita agar anak-anaknya mampu
            menjadi  ulama.  Untuk  mewujudkan  niatnya  itu,  putera  perta-
            manya diberi nama Muhammad Arsyad yang diambil dari nama
            seorang ulama tersohor, yakni  Syaikh. Muhammad Arsyad Bin
            Abdullah Al-Banjari (1710 M- 1812 M), atau yang dikenal den-
            gan sebutan Datu Kalampayan Martapura. Ulama yang menjadi
            kebanggaan orang Banjar, yang berjasa besar menyebarkan aja-
            ran Islam kepada masyarakat di Kalimantan Selatan dan seki-
            tarnya.

            Riwayat Pendidikan


            Arsyad menjalani pendidikan Sekolah Dasar (SD) di kampung
            halamannya hingga lulus pada tahun 1985. Kemudian ia melan-
            jutkan  pendidikan ke pesantren Ibnul Amin Pamangkih yang
            saat itu di asuh oleh KH. Mahfuz Amin (1914-1994 M). Jarak
            pesantren sekitar 43 kilometer  dari Hantakan. Dengan belajar
            di pesantren, Arsyad sekaligus memenuhi amanat ibunnya yang
            wafat dua bulan sebelumnya.


            Pada saat itu, Ibnul Amin adalah satu-satunya pondok pesant-
            ren yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan jumlah
            santri sekitar 500 orang. Arsyad berangkat ke pesantren hanya



                                                                      | 291
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310