Page 309 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 309
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Beberapa tahun
kemudian, Hayatul Ulum diubah namanya menjadi Pesantren
Raudhatul Ulum sampai sekarang.
Tidak berhenti sampai di situ, di tengah kesibukannya mengajar
dan berdakwah, Arsyad masih menyempatkan diri untuk bela-
jar secara khusus kepada seorang ulama yang terkenal di kota
Barabai, yaitu KH. Musa Yusuf. Ia belajar dan mendalami ilmu
Hadits, mengkaji “Kutubus Sittah” dari sang kyai, dari tahun
1996 hingga 2014. KH. Musa Yusuf, atau yang lebih akrab dis-
apa dengan Guru Musa, merupakan figur ulama yang tawadlu
dan bersahaja. Banyak ustadz dan kyai di Kabupaten Hulu Sun-
gai Tengah yang belajar kepadanya. Ia tergolong ulama sepuh
yang pernah berguru ke berbagai ulama, antara lain KH Mahfuz
Amin, KH. Muhtar. HS, KH. M. Abrar Dahlan KH. Ahmad Ro-
hani di Pesantren Ibnul Amin Pamangkih.
Kemudian belajar ke Pesantren Darussalam Martapura dengan
para guru, di antaranya KH. Muhammad Zaini Abdul Gani (Guru
Sekumpul), KH. Syukri Unus, dan KH. Jarkasi. Semasa belajar
di tanah Haram, Guru Musa menggali ilmu kepada Syekh Sayy-
id Muhammad Al Maliki, Syekh Hamid Alkaff, Syekh Makki
Pakistani, Syekh Abdul Karim Al Banjari, dan Syekh Hudri Al
Banjari. Karena keluasan ilmu agamanya, maka Guru Masa dip-
ilih untuk menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Hulu Sun-
gai Tengah selama dua periode (2005-2015). Karena keluasan
ilmunya tersebut, tidak heran jika Arsyad belajar kepadanya.
Membekali Santri Keterampilan
Di Pesantren Raudhatul Ulum, Arsyad tidak hanya mengajarkan
pendidikan agama dengan mengaji kitab-kitab kuning layakn-
ya di pesantren tradisional (salafiyah), tetapi juga memberikan
| 295

