Page 313 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 313
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
ma putra dengan 40 kamar, terdiri dari 23 kamar untuk asrama
santri, dan 17 kamar untuk anak asuh panti asuhan. Sementara
bagi santri putri, pesantren menyediakan 7 ruangan kamar un-
tuk asrama. Luas tanah untuk seluruh sarana prasarana tersebut
mencapai 4 hektare. Selain tanah milik keluarga Arsyad priba-
di, pesantren juga mendapatkan wakaf tanah dari warga mas-
yarakat.
Untuk memenuhi biaya penyelenggaraan pendidikan dan kegia-
tan santri, pesantren memperoleh dana sumbangan dari berbagai
kalangan dan hasil usaha sendiri. Pesantren memiliki usaha per-
tanian, koperasi, warung pondok dan penggemukan sapi. Selain
itu, pesantren juga mengembangkan perkebunan jengkol karena
pohon ini mulai langka dan belum ada masyarakat yang mem-
budidayakan. Sementara harga buah jengkol terus naik seiring
meningkatnya kebutuhan masyarakat yang mengonsumsi jeng-
kol tersebut.
Aktif Berdakwah
Tidak hanya sibuk mengasuh pondok pesantren, Arsyad juga ak-
tif berdakwah di masyarakat dari rumah ke rumah, langgar dan
masjid. Bahkan ia berdakwah sampai ke pegunungan Meratus
yang dihuni oleh kebanyakan masyarakat Dayak Kaharingan.
Mulai tahun 2000 Arsyad membuka majlis ta’lim di rumahnya,
yang diberi nama Majelis Ta’lim Ar-Raudhah.
Namun karena minat masyarakat dan jumlah jama’ah yang hari
demi hari kian bertambah, rumahnya tidak mampu lagi menam-
pung jamaah, hingga akhirnya di pindahkan ke mushalla pondok
pesantren sampai sekarang. Dengan jamaah kurang lebih 2.000
orang laki-laki dan perempuan, majlis ta’lim dilaksanakan seti-
ap malam Ahad dan Rabu.
| 299

