Page 314 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 314

ahmad habibul amin |  Ciptakan Pondok Berbasis Ekonomi Kemasyarakatan


            Dari perjalanan  dakwah tersebut,  Arsyad banyak menjumpai
            anak yatim, anak muallaf, ana tidak mampu hingga anak-anak
            putus sekolah karena  faktor ekonomi.  Maka timbullah  pe-
            mikiran dan gagasan untuk menampung  mereka dalam panti
            asuhan. Arsyad mengajak musyawarah dengan dewan guru dan
            alumni, serta warga yang simpati kepada pondok pesantren un-
            tuk mengembangkan panti asuhan tersebut. Akhirnya, program
            ini pun mendapat dukungan dari pemerintah Hulu Sungai Ten-
            gah saat itu, hingga akhirnya mampu menampung dan membina
            anak yatim dan mu’alaf tanpa memungut biaya.

            Panti Asuhan dibangun pada tanggal 16 Desember 2001, kemu-
            dian pada tanggal 2 Maret 2002 Dewan Pengurus Panti Asu-
            han mendaftarkan lembaga ke notaris agar diakui legalitasnya.
            Hingga  pada  tanggal  22 bulan  Oktober  tahun  2002, Yayasan
            Raudhatul Ulum yang menaungi Panti Asuhan Raudhatul Ulum
            sudah berbadan hukum. Saat ini, panti asuhan menampung 70
            anak asuh yang diasramakan di atas tanah wakaf seluas 576 m².
            Atas saran dan masukan dari para Ustadz yang mengajar  di
            pondok pesantren dan tokoh masyarakat, pesantren juga melak-
            sanakan program pendidikan penyetaraan.

            Yakni pendidikan yang setara dengan Sekolah Dasar (SD) dan
            Sekolah Menengah Pertama (SMP), agar santri yang sudah lu-
            lus pesantren juga mendapatkan Ijazah Pendidikan Kesetaraan.
            Sehingga  ijazah  tersebut  dapat  digunakan  untuk  melanjutkan
            pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun sebagai bekal
            untuk mendapatkan pekerjaan yang memerlukan ijazah pendi-
            dikan formal.


            Setelah mengajukan usulan ke Kantor Kementerian Agama Ka-
            bupaten Hulu Sungai Tengah, melalui Seksi Pendidikan Diniyah
            dan Pondok Pesantren, pada pertengahan tahun 2004 pessantren



            | 300
   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319