Page 307 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 307
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Amin, ia semakin haus belajar, merasa masih banyak ilmu ag-
ama yang perlu diperdalam lagi. Sehingga, setelah menamatkan
pendidikan di pondok pesantren Ibnul Amin, tidak begitu lama
ia melanjutkan pendidikan agama ke pesantren Darussalam
Martapura, kabupaten Banjar. Selain di pondok, ia juga belajar
dengan cara mendatangi rumah-rumah tuan guru yang ada di
kota Martapura saat itu.
Setelah dua tahun belajar di Maratapura, dari tahun 1991 – 1992,
Arsyad pulang ke kampung halaman.
Ia kemudian di minta untuk membantu mengajar di pesantren
Hayatul Ulum, yang dipimpin oleh KH. Sayuti. Pesantren ini di-
dirikan KH. Sayuti bersama tokoh masyarakat pada 7 Juli 1986,
karena pada saat itu memang belum ada lembaga pesantren di
daerah kecamatan Hantakan. Mereka yang ingin menuntut ilmu
agama harus keluar daerah yang jaraknya puluhan kilometer. Se-
belum menjadi pondok pesantren, Hayatul Ulum adalah lemba-
ga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di desa Tanjung kecamatan
Perwakilan Hantakan, yang kemudian dimekarkan menjadi desa
Hantakan, kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Ten-
gah.
Setelah aktif mengajar di pondok pesantren tersebut, ia menikah
dengan seorang perempuan yang bernama Ardiah pada tahun
1992. Namun, meski telah berumah tangga, aktif mengajar
dan berdakwah, Arsyad tetap memiliki hasrat yang kuat untuk
menuntut ilmu.
Maka pada tahun 1993, berangkatlah ia menuju Makkah untuk
belajar karena merasa belum puas dengan ilmu yang telah ia
dapatkan. Awalnya, ia berangkat seorang diri, meninggalkan is-
teri di kampung. Namun setelah 2 tahun berada di Mekkah, sang
| 293

