Page 353 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 353

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            ren terhadap perubahan yang memiliki persambungan (continu-
            ity) dengan kebutuhan-pengalaman pesantren tanpa kehilangan
            perhubungan dengan masa lalu. Dalam konstelasi pemikiran,
            baik dari Barat maupun Arabia, pesantren adalah tradisi keilmu-
            wan mandiri tanpa harus berat kiri atau ke kanan.

            Setelah mundur dari LKiS, sejak 2005 Jadul bersama beberapa
            anak  muda  pesantren  mengelola  pesantren  Kaliopak.  Perpin-
            dahan dari LKiS ke Kaliopak seperti perpindahan dari teori ke
            praktik, dari maqom pemikiran ke level kerja nyata (amaliyah).
            Sejak 2006 Jadul tercatat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Lem-
            baga  Seni  dan Budaya  Muslimin  Indonesia,  Yogyakarta,  dan
            menjadi  wakil  ketua  lembaga  (lajnah)yang  sama  di  Pengurus
            Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),Jakarta sampai saat ini.


            Melalui  Kaliopak  dan Lesbumi, Jadul mengembangkan  pe-
            mikiran,  gerakan,  startegi,  dan  politik  kebudayaan  pesantren.
            Kerja  penulisan  sejarah  Islam  dan  pesantren  (historiografi);
            pemelekan atau literasi aksara Jawa dan aksara lokal lainnya;
            pemulihan  (rekuperasi) seni dan upacara-upacara  kebudayaan
            lokal; dan mendorong NU dan pesantren untuk memperluas pe-
            mikiran dan kegiatan kesenian sehingga keluar dari konstruksi
            kolonial.


            Pada poin terakhir, Jadul meyakini bahwa wujud ekspresi ke-
            budayaan di pesantren tidak sebatas sholawatan berupa burda-
            han dan barzanjen (ada ratusan ragam sholawatan lokal), tidak
            sekedar khat (menulis indah) tapi seni rupa dalam artian luas,
            tidak  sekedar terbangan  tapi  seni  pertunjukkan  yang  meliputi
            wayang, pertunjukan rakyat lainnya seperti jathilan, srandul dan
            sebagainya.






                                                                      | 339
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358