Page 354 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 354
Muhammad Jadul Maula | Nyai Pejuang Keadilan bagi Anak dan Perempuan
Pengaruh dan Kedekatan dengan Para Kiai
Dari data pribadi, Jadul lahir di kawasan Kauman, kota Pekalon-
gan, Jawa Tengah, pada tanggal 3 September 1969. Lingkungan
tempatnya tumbuh didominasi oleh kalangan Arab, terutama
oleh kalangan habib yang memiliki posisi istimewa di kalangan
Hadrami Indonesia. Sebelum munculnya sosok Habib Lutfi bin
Yahya, Ketua Jamaah Thariqah Muktabarah Nahdliyah (JAT-
MAN), terdapat sosok kharistmatik, lembut, dan pengayom ber-
nama Habib Ali bin Ahmad Al-Athas yang menjadi “matahari
spritual” Pekalongan pada tahun 1970-an.
Jadul sekeluarga memiliki hubungan baik dengan sosok Habib
Ali, dan juga ulama tradisional lainnya. Jadul meyakini bahwa
ayahnya terplih menjadi anggota legislatif dari Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) selama beberapa periode tidak lepas dari
kesetiannya memberikan pelayanan kepada Habib Ali bin Ah-
mad dan ulama lainnya di kota Pekalongan.
Keyakinan akan berkah ulama adalah umum masyarakat pe-
santren. Ayahnya adalah seorang tokoh Nahdlatul Ulama Kota
Pekalongan, merangkap takmir masjid jami’ Pekalongan. Jadul
mengenang, bahwa ketika masih sekolah di Madrasah Salafiyah
seringkali diajak hataman dan ratiban di kediaman Habib Ali.
Salah satu keanehan, jika ia membaca ratib Al-Athos, senirai dz-
ikir yang disusun oleh habib Abdurrahman al-Atthos di Hadra-
maut, di rumahnya, pada pagi harinya Habib Ali pasti muncul
di depan pintu rumahnya. Hanya mengucap salam, mencium-
i,dan membacakannya doa (memberkati) dan lantas melanjutkan
perjalanannya menemui warga Kauman dengan jalan kaki, dan
kadang menumpang becak.
| 340

